Mendagri meminta pejabat daerah mendorong mereka membayar zakat

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mohammad Tito Karnavian meminta pejabat daerah mendorong masyarakat membayar zakat 2,5 persen.

Dikatakannya, umat Islam di Indonesia lebih berpeluang menerima zakat. Potensi ini harus digunakan untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung atau mereka yang ditugaskan oleh Mustahik untuk memenuhi kebutuhannya.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (RACOR) di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Mandagri), Senin (10/4/2023).

“Ini (kapasitas zakat) lebih dari total dana bansos (bansos) nasional dan lebih dari total dana bantuan belanja kontinjensi dalam APBD (anggaran pendapatan dan belanja provinsi) semua negara bagian,” jelas Mendagri.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian kepada Banka Belitung Suganda Plt Administrator: Kendalikan Inflasi

Mendagri juga menekankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengelola zakat.

Oleh karena itu, zakat yang diterima tidak hanya diakumulasikan tetapi dapat segera disalurkan kepada yang berhak.

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri mendorong setiap daerah untuk meningkatkan perannya dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan BAZNAS.

Tito berpendapat perlakuan terhadap fakir miskin akan lebih baik jika semua negara dibujuk untuk bekerja sama dengan Baznas untuk membayar zakat wajib (Muzaqi).

Ia menjelaskan, zakat berpotensi membantu program pengentasan kemiskinan dan harus diuji secara menyeluruh. Ada beberapa kemungkinan indikator peta zakat, antara lain zakat pertanian, zakat titipan, zakat perusahaan, dan zakat penghasilan, seperti gaji asisten atau pejabat pemerintah. Kapasitas ini dianggap sebagai sumber pengumpulan Zakat terbesar.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2023/04/12/mendagri-minta-kepala-daerah-dorong-masyarakat-bayar-zakat

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

POST ADS1

POST ADS 2