Sebelum pembelaan Ferdi Sambo, Penasihat Keluarga Briptu J: Tidak ada yang melanggar Pasal 340.

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigjen J kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (24/1/2023).

 

Dalam sidang kali ini, tiga terdakwa dijadwalkan untuk menghadirkan nota pembelaan (pleadoi), yakni terdakwa Ferdi Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

 

Dalam sidang sebelumnya, Kejaksaan Negeri (JPU) mengajukan hukuman seumur hidup kepada terdakwa Ferdi Sambo sebagai aktor intelektual dalam kasus ini.

 

Sedangkan Ricky Rizal dan Kuat Maruf masing-masing divonis 8 tahun penjara.

 

Terkait pembelaan yang diberikan Ferdi Sambo dalam persidangan ini, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak mengatakan, sejak awal para terdakwa diberi kesempatan bebas untuk menghadirkan barang bukti di persidangan.

 

Namun pada akhirnya, tidak ada yang meringankan dan membatalkan dakwaan terhadap Ferdi Sambo atas pelanggaran Pasal 340 KUHP, yakni pembunuhan berencana.

 

“Saya pikir mereka diberikan keleluasaan dalam hal apa yang diajukan penasihat hukum dalam hal bukti. Tapi ada banyak hal yang saya lihat yang sepertinya tidak ada yang melanggar Pasal 340, yaitu pembunuhan berencana.” Disiarkan di Kompas TV.

 

Hal ini karena terdakwa melakukan tindak pidana yaitu sengaja melakukan pembunuhan, karena dalam proses tersebut ada perencanaan.

 

“Ada apa ini? Sengaja, terencana, mengambil nyawa orang lain. Kalau kita bicara kejahatan ini, Ferdi Sambo bertemu dengan semua oknum ini, apa ini? Sengaja, terbukti dari cara dia melakukannya sebelumnya. Dia punya kejahatan niat untuk mengambil nyawa Joshua, “kata Martin. .

 

Baca juga: IPW memprediksi Ferdi Sambo akan bebas jika divonis hukuman mati, termasuk dalam kasus pertambangan Ismail Bolong.

 

Tak hanya itu, perkara pidana ini diperkuat dengan kesaksian terdakwa lainnya, Richard Eliezer Pudihang Lumieu dan Ricky Rizal.

 

“Apa itu? Keterangan saksi Eliezer dan juga keterangan Ricky Rizal” di Jalan Saguling, kata yang bersangkutan, “bahkan dengan tegas mengatakan bahwa ‘bocah itu harus dihukum mati.’

 

Perlu diketahui, dalam persidangan pada 17 Januari lalu, Jaksa Penuntut Umum meminta Ferdi Sambo dipenjara seumur hidup.

 

Kemudian pada 18 Januari, jaksa penuntut umum memvonis Putri Khadrawati 8 tahun penjara dalam kasus melawan istrinya.

 

Sementara itu, Associate Justice Richard Eliezer Pudihang Lumieu divonis 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada hari yang sama.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/24/jelang-pledoi-ferdy-sambo-kuasa-hukum-keluarga-brigadir-j-tidak-ada-yang-akan-mematahkan-pasal-340

Lebih baru Lebih lama