PHK berlanjut di Twitter, Elon Musk bersiap untuk memberhentikan staf produksi -->

Iklan Semua Halaman

Follow Us

PHK berlanjut di Twitter, Elon Musk bersiap untuk memberhentikan staf produksi

Kamis, Januari 19, 2023

Dunia-ilmu.com, California – Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK di platform media sosial Twitter terus berlanjut.

 

Menurut kabar terbaru dari Straits Times, perusahaan yang saat ini dimiliki oleh Elon Musk itu berencana memangkas 50 karyawan di bagian produksi dalam beberapa pekan mendatang.

 

Sejak perusahaan media sosial tersebut diambil alih oleh Elon Musk pada Oktober tahun lalu, Twitter telah mengalami banyak perubahan produk dan organisasi.

 

Dari menghapus centang biru yang disertifikasi Twitter sebagai layanan berbayar hingga memberhentikan 50 persen karyawannya.

 

Sebulan setelah Musk membeli Twitter, platform tersebut melaporkan penurunan pendapatan yang tajam. Menurut dia, penurunan pendapatan tersebut karena banyak pengiklan meninggalkan Twitter.

 

Dalam laporan pendapatannya baru-baru ini, Twitter melaporkan pendapatan sebesar US$1,025 miliar, turun 35 persen dari kuartal keempat tahun lalu.

 

Microsoft memberhentikan 10.000 pekerja.

 

Microsoft, raksasa teknologi lain selain Twitter, dikatakan merumahkan 1 persen tenaga kerjanya, atau sekitar 10.000 pekerja, minggu ini.

 

Microsoft dipecat karena krisis ekonomi dengan inflasi tinggi dan suku bunga tinggi.

 

Baca juga: Pemecatan Twitter berlanjut, 90 karyawan dipecat oleh Elon Musk di India

 

Ini bukan PHK pertama yang dilakukan oleh Microsoft: sebelumnya pada Oktober tahun lalu, Microsoft dilaporkan telah memberhentikan 1.000 karyawan.

 

Tak lama setelah pengumuman ini, saham Microsoft dikabarkan turun 23 persen menjadi $240,16 pada penutupan pasar Wall Street pada Selasa (17/1/2023).

 

ShareChat memberhentikan 20 persen karyawan. 

 

ShareChat, platform berbagi video singkat yang didukung oleh Google dan Temasek, telah mengumumkan bahwa 20 persen atau sekitar 400 karyawan dari India telah di-PHK.

 

Menurut CEO ShareChat Ankush Sachdeva, perampingan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk bertahan dari krisis yang disebabkan oleh penurunan ekonomi global.

 

Baca juga: Elon Musk menyiapkan pemotongan Twitter, nasib 3.700 karyawan di ambang

 

Dengan pengurangan ini, biaya yang terkait dengan tinjauan kinerja tahunan dapat meningkatkan pemasaran, infrastruktur, dan perolehan pendapatan perusahaan.

 

Perusahaan mengumumkan bahwa karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja akan menerima total gaji dan bonus selama dua minggu sebagai tanda penghargaan atas pengabdian mereka kepada perusahaan. Tak hanya itu, karyawan juga mendapatkan perlindungan polis asuransi kesehatan yang berlaku hingga akhir Juni 2023.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/techno/2023/01/19/phk-di-twitter-berlanjut-elon-musk-siapkan-pemecatan-karyawan-divisi-produk