Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Jokowi, inilah harapan perspektif TKI dalam penempatan TKI -->

Iklan Semua Halaman

Follow Us

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Jokowi, inilah harapan perspektif TKI dalam penempatan TKI

Senin, Januari 09, 2023
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bertemu dengan Jokowi, inilah harapan perspektif TKI dalam penempatan TKI

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Direktur Migrant Watch Aznil Tan menilai kunjungan dua hari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) sangat menjanjikan untuk menjernihkan kerja sama buruh migran antara Indonesia dan Malaysia.

 

“PMI menaruh harapan besar pada pertemuan Perdana Menteri Anwar Ibrahim dengan Presiden Jokowi yang serius berencana membereskan permainan kotor kerja sama ketenagakerjaan Indonesia-Malaysia. Saya berjanji akan membereskan Dato’ Anwar. Dia akan memanggil Jokowi,” Aznil ujar dalam keterangannya, Minggu (8/1/2023).

 

Aktivis 98 mencontohkan kecurangan dalam proses klasifikasi PMI yang dilakukan oleh sebuah badan bernama VIMA (Visa Malaysia Agency).

 

Menurutnya, untuk mendapatkan Visa by Reference (VDR) membutuhkan biaya yang tinggi dan merupakan pungutan liar.

 

“Banyak pembenahan dan pembersihan yang perlu dilakukan di sini agar kerjasama kerja sama antara Indonesia dan Malaysia bisa berjalan dengan baik. Yang pertama di depan mata adalah penataan VDR untuk PMI oleh sebuah lembaga bernama VIMA yang membayar Rp 1.115.600. Aznil terlalu tinggi karena melanggar nota kesepahaman.

 

Selain itu, Pasal 11 butir 2 Nota Kesepahaman Indonesia-Malaysia tentang Klasifikasi PMI ditandatangani oleh Menteri Tenaga Kerja Indonesia dan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia dan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri. Segala biaya yang dikeluarkan oleh Menteri Malaysia dalam melaksanakan kebijakan, undang-undang dan peraturan Pemerintah Malaysia sebelum 1 April 2022 ditanggung oleh pemberi kerja dan dibayar penuh di dalam wilayah Malaysia.

 

“Tapi faktanya dikumpulkan di Indonesia dan dibayarkan ke PMI. Ini harus dicabut dan VIMA ini harus ditahan,” ujarnya.

 

Sebelumnya, PMI tersedia di kantor Kedubes dan Konsulat Malaysia di Jakarta dengan total biaya sebesar RM 15 atau Rp 53.000 dengan kurs saat ini. Dia harus mengurus visa.

 

“Biaya pengurusan visa naik berlipat ganda, hingga 23 kali lipat, yang sebelumnya hanya Rp 50.000 menjadi Rp 1.115.600. Ini pinjaman yang sangat biadab yang diberikan oleh lembaga VMA. Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim perlu mengetahui hal ini. PMI memiliki pengalaman menghisap darah.

 

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan resminya ke Indonesia.

 

Baca juga: Jokowi – Anwar Ibrahim menyaksikan serah terima 11 kerja sama LoI RI-Malaysia kepada IKN.

 

Perdana Menteri Malaysia akan meninjau kembali kerjasama bilateral antara Malaysia dan Indonesia.

 

Salah satu agendanya adalah penyerahan 11 Letters of Intent (LOL) dari perusahaan Malaysia untuk berpartisipasi dalam pengembangan IKN Nusantara.

 

Anwar terlihat bersama istrinya Wan Aziza di akun Instagram miliknya.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/09/pm-malaysia-anwar-ibrahim-bakal-bertemu-jokowi-ini-harapan-migrant-watch-soal-penempatan-tki