Pembeli flat Maykarta mengeluh, Nobu Bank menolak membebaskan biaya, menyarankan untuk menghubungi pengembang

Pembeli flat Maykarta mengeluh, Nobu Bank menolak membebaskan biaya, menyarankan untuk menghubungi pengembang

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Lambatnya proses serah terima apartemen Maykarta dari pengembang Lipo Group melalui anak usahanya PT Mahkota Semesta Utama (MSU) kepada konsumen belakangan ini banyak dikeluhkan pembeli.

 

Keluhan tersebut menjadi perbincangan netizen di media sosial. Maycarta disebut meminta pemilik unit untuk bersabar dan menunggu hingga setidaknya 2027.

 

Pemilik apartemen Maykarta yang masih melakukan pembayaran ke PT Bank Nationalnobu Tbk atau Bank Nobu KPA merasa waktu tunggu yang terlalu lama.

 

Beberapa apartemen di Sikarang, Bekasi bahkan belum dibangun.

 

Peminjam meminta pembatalan dan pengembalian pembayaran cicilan apartemen.

 

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Bank Nobu, Mario Satrio, menegaskan kreditur tidak bisa membatalkan akad jual beli kecuali jika cicilan sudah dilunasi.

 

Atau, peminjam akan mengajukan langsung ke pengembang.

 

“Jika peminjam tidak mau melanjutkan kredit, jual beli apartemen pengembang Maykarta harus dibatalkan. Itupun dengan hasil yang disepakati dalam perjanjian pinjaman. Oleh karena itu, perjanjian pinjaman tidak dapat dibatalkan secara sepihak,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (13/12/2022).

 

Sementara itu, terkait penyerahan unit yang belum selesai, Mario mengatakan bank hanya memiliki waktu untuk membiayai pembelian apartemen Maykarta sesuai perjanjian kredit.

 

“Untuk memahami bahwa prospek pengembangan itu tertuang dalam perjanjian jual beli antara pengembang dan pembeli,” jelasnya.

 

Namun, Mario menegaskan pihaknya telah memantau pembangunan apartemen Maykarta setiap bulan, agar penyerahan unit tersebut sesuai dengan keputusan homogenitas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Desember 2020.

 

“Dengan keputusan homogenitas, sebenarnya aturan waktu telah direvisi dan mengikat pengembang untuk memastikan pembangunan dilakukan tepat waktu, sehingga bank akan terus memantau pembangunan properti tersebut,” lanjut Mario.

 

Sebelumnya, Direktur CELIOS (Pusat Kajian Ekonomi dan Hukum) Bhima Yudhishthira mengatakan pemerintah harus turun tangan dalam lambatnya serah terima rumah susun Mekarta.

 

Di sisi lain, daya tawar konsumen terhadap properti di Indonesia masih lemah, terutama bila berhadapan dengan pengembang besar.

 

“Konsumen bisa mengadu ke ombudsman, BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional), untuk dibawa ke pengadilan jika pengembang ingkar janji.”

 

Bhima mengatakan kepada Kompas.com, “Inilah peran pemerintah di sisi konsumen. Jangan sampai kasus pengembang yang tidak memenuhi kewajibannya sesuai kontrak menjadi fenomena yang otoritatif, karena merusak kepercayaan para profesional. ” Senin (12/12/2022).

 


Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/properti/2022/12/16/pembeli-apartemen-meikarta-mengeluh-bank-nobu-tolak-batalkan-cicilan-sarankan-hubungi-pengembang

Lebih baru Lebih lama