Mengkampanyekan kebijakan pemerintah berbasis budaya, Pusat Kebudayaan Minangkabau mengadakan seminar -->

Iklan Semua Halaman

Follow Us

Mengkampanyekan kebijakan pemerintah berbasis budaya, Pusat Kebudayaan Minangkabau mengadakan seminar

Selasa, Desember 20, 2022
Mengkampanyekan kebijakan pemerintah berbasis budaya, Pusat Kebudayaan Minangkabau mengadakan seminar

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA- Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (YPKM) akan menggelar bincang dan seminar budaya pada 22-23 Desember 2022 di Kota Padang, Sumatera Barat. 
 

Ketua Dewan Pembina YPKB Irman Guzman mengatakan, kegiatan ini mendorong lahirnya kebijakan pemerintah berbasis budaya.

 

Baca juga: Menyambut Hari Ibu 2022, ratusan Bundo Kanduang akan mengenakan pakaian adat Minnakaba dalam parade Padang.

 

“Kuliah budaya dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2022 di Hotel Truntum Padang. Seminar budaya dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2022 di Convention Hall Universitas Andalas,” kata Erman Guzman dalam keterangannya, Selasa (20/12). /2022).

 

Menurut Irman, tujuan YPKM melaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para pembuat kebijakan dengan memasukkan kebijakan kebudayaan dalam berbagai agenda pembangunan.

 

Budaya Indonesia harus ditempatkan sebagai bahan dasar, modal dan kekuatan bagi kebijakan pembangunan di sektor-sektor strategis.

 

Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya yang tidak ada tandingannya di dunia.

 

Di tahun Menurut data sensus tahun 2010, terdapat 1.340 suku bangsa di Indonesia, dengan berbagai bentuk budaya, baik berwujud maupun tidak berwujud.Paria).

 

Menurut Irman, dunia dalam pernyataan dari UNESCO (2017) mengakui bahwa Indonesia adalah negara adidaya di bidang kebudayaan.

 

Baca juga: Masakan legendaris Sumatera Barat di Festival Desa Kuliner Minangkabau

 

“Modal budaya ini belum diberi tempat yang besar dalam kebijakan pembangunan nasional untuk pembangunan negara,” kata Irman.

 

Selain itu, Irman melanjutkan UNESCO pada tahun 2010.

 

Menurut Irman, orasi budaya dan seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian ‘Kongres Kebudayaan Indonesia: Menuju Indonesia Emas Tahun 2045’.

 

Gerakan hasil kerjasama civitas akademika Kota Padang, Universitas Andalus, Universitas Negeri Padang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan budayawan ini mengandung unsur memajukan Indonesia yang berbasis kekayaan budaya.

 

Baca juga: Kisah Anis Basedan di LKAAM Sumbar: Sejak kecil, dia membaca sendiri tokoh-tokoh minang saat belajar di Sumbar.

 

Menurut Irman, rangkaian kegiatan digelar pada Kongres Kebudayaan pada 2011 lalu. Termasuk peluncuran pada 9 Agustus 2022 dan seminar hasil Survei Kebudayaan Nasional pada 5 September 2022.

 

“Keduanya digelar di Kota Padang,” kata Irman.

 

Kuliah budaya berjudul ‘Kebudayaan untuk Pembangunan Nasional dan Modal Kepentingan Umum’ akan disampaikan oleh Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Pendidikan, Riset dan Teknologi.


Sementara itu, Seminar Kebudayaan menampilkan beberapa citra nasional dan daerah Sumatera Barat.

 

Di antaranya Gubernur Sumbar H. Maheldi Ansharula, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trengono, Komisaris Utama PT Perusahan Gas Negara (PGN) Arkandra Tahar.

 

Kemudian tokoh budayawan Fadli Zon, tokoh perempuan Minangkabau Yasnidar Wahab, mantan Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Andalus Nursyirwan Effend, tokoh budaya Minangkabau Yus Datuk Parpatiah

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/regional/2022/12/20/dorong-kebijakan-pemerintah-berbasis-kebudayaan-pusat-kebudayaan-minangkabau-gelar-seminar