Mediasi dengan KPU telah mencapai titik di mana telah disepakati bahwa Partai Ummat akan ditegaskan kembali

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Proses mediasi antara Partai Umati dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di Jakarta Pusat telah mencapai kata sepakat.

 

Mediasi yang berlangsung pada Selasa (20/12/2022) itu diberi kesempatan untuk mengikuti proses verifikasi administrasi dan pengecekan fakta terhadap dua daerah yang tidak memenuhi persyaratan Partai Umati. ).

 

Keberhasilan kesepakatan ini diumumkan pada Selasa (20/12/2022) malam dalam sidang mediasi yang dibacakan Totok Hariono, Koordinator Unit Penyelesaian Sengketa RI.

 

Totok, ketua rapat, mengatakan, “Memutuskan, satu, perintahkan para pihak untuk melaksanakan isi perjanjian ini seperti yang diuraikan dalam keputusan ini.”

 

Para pihak menyepakati bahwa partai akan diberikan kesempatan lagi pada tanggal 23-24 Desember 2022 untuk mengikuti verifikasi administrasi dan faktual calon peserta pemilu 2024 di 16 kota/kabupaten yang sebelumnya telah dinyatakan keanggotaan Partai Ummat sebagai anggota TMS.

 

Baca juga: Apakah dia akan mendapat PAN dengan tidak lolosnya Partai Umati di Pemilu 2024?

 

Ada lima kota/provinsi di NTT yaitu Kupang, Alor, Sumba Barat, Lembata dan Sabu Raijua.

 

Sebelas kota/negara bagian lainnya berada di Sulawesi Utara yaitu Bolang Mongondow, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bolang Mongondow Utara, Bolang Mongondow Timur, Bolang Mongondow Selatan, Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu.

 

Di Sulut, keanggotaan partai Umati hanya memenuhi syarat di 1 kabupaten/kota, dan tidak memenuhi syarat di 11 kabupaten/kota.

 

Di NTT, keanggotaan partai Umati disebut memenuhi kriteria hanya di 12 kabupaten/kota dan tidak memenuhi kriteria di 5 kabupaten/kota lainnya.

 

Sebelumnya, soal debat partai Umati diterima Bawaslu RI, Jumat (16/12/2022).

 

Baca juga: Setelah mediasi dengan Partai Ummat di Bawaslu, KPU RI menolak membeberkan hasilnya.

 

Pada hari itu, Bawaslu menyampaikan bahwa permohonan sudah lengkap dan persyaratan sudah terpenuhi. Perkara ini terdaftar dengan No. 006/PS.REG/BAWASLU/XII/2022.

 

Pengacara Partai Ummat Denny Indrayana mengatakan dalam laporannya, Partai Ummat memiliki 6.000 barang bukti.

 

Bukti 6.000 tersedia di 16 flash disk. Denny mengatakan kontennya terdiri dari dokumen hingga video.

 

“Barang bukti ada 57 buah, 16 di antaranya adalah flash drive. Tapi 16 itu lebih dari 6.000 barang bukti, termasuk video dan segala macamnya. Kami akan membuatnya efektif, sederhana, efisien dan murah. 

Denny Jumat (16/12/2022) lalu) di kantor Bawaslu-nya di Jakarta Pusat, RI.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2022/12/20/mediasi-dengan-kpu-capai-titik-sepakat-partai-ummat-bakal-diverifikasi-ulang

Lebih baru Lebih lama