KPK menerima uang tunai 1 miliar birr, sedangkan Sahat lama menerima 5 miliar birr -->

Iklan Semua Halaman

Follow Us

KPK menerima uang tunai 1 miliar birr, sedangkan Sahat lama menerima 5 miliar birr

Jumat, Desember 16, 2022
KPK menerima uang tunai 1 miliar birr, sedangkan Sahat lama menerima 5 miliar birr

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjutnak (STPS) dan 3 orang lainnya atas dugaan korupsi dalam pengelolaan dana bantuan di Provinsi Jatim.

 

Wakil Ketua KPK Yohannes Tanak di Jatim Rabu (14/12/2022) malam, KPK 1 miliar Rp. Mereka mengatakan mereka mendapatkannya secara tunai.

 

Wakil Ketua KPK Johannes Tanak mengatakan, “Uang itu terdiri dari mata uang rupiah dan pecahan dolar Singapura.”

 

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan STPS diduga menerima Rp 5 miliar. 

 

“Tersangka STPS menerima 5 miliar birr sebagai penahan utang dan kemudian sekitar 1 miliar birr disita.

 

Para tersangka telah ditahan hingga 3 Januari 2023.

 

Baca juga: KPK tetapkan Wakil Ketua DRPD Jatim yang diduga suap 7,8 triliun

 

Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Pi Simandjuntak atas dugaan korupsi dalam penyelenggaraan hibah Rp 7,8 triliun di Provinsi Jawa Timur.

 

Politisi senior Partai Golkar bersama tiga tersangka lainnya yakni pekerja ahli Sahat Rusdi; Kepala Desa Jelgung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang sekaligus Koordinator POCMAS (Kelompok Masyarakat), Abdul Hamid; dan koordinator lapangan POCMAS Ilham Wahudi.

 

“Berdasarkan hasil keterangan saksi dan bukti yang cukup, penyidik ​​menetapkan empat tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Yohannes Tanak dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/12). /2022) pagi.

 

Penetapan tersangka ini menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim kejaksaan KPK di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (14/12/2022) malam.

 

Menurut Yohannes, tim penyidik ​​langsung menahan para tersangka selama 20 hari sejak 15 Desember 2022 hingga 3 Januari 2023.

 

Sahat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara KPK di Pomdam Jaya, Guntur. Rusdi dan Abdul Hamid ditahan di Rutan KPK Kavling C1. Sedangkan Ilham ditahan di Rutan KPK di Gedung Merah Putih.

 

Dalam operasi sembunyi-sembunyi itu, KPK juga menyita uang tunai senilai total Rp 1 miliar dalam pecahan rupiah, dolar Singapura, dan dolar AS.

 

KPK Sahat diduga mengajukan proposal bantuan senilai kurang lebih 7,8 triliun dengan meminta uang muka (EON) untuk membantu dan memperlancar proyek tersebut.

 

Dalam perbuatannya, Sahat dan Rusdi diduga sebagai penerima suap dan melanggar Pasal 12 Huruf A atau Huruf B atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 1 KUHP.

 

Abdul Hamid dan Eng diduga sebagai pemberi suap dan dijerat Pasal 5 Pasal 1 Huruf A atau B UU Tipikor atau Pasal 13 juncto Pasal 55 Pasal 1 1 KUHP.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/12/16/kpk-amankan-uang-tunai-rp-1-miliar-sahat-tua-diduga-menerima-uang-rp-5-miliar