Kaleidoskop Tragedi Kanjuruhan: Kegelapan Sepak Bola Indonesia, 135 Meninggal. -->

Iklan Semua Halaman

Follow Us

Kaleidoskop Tragedi Kanjuruhan: Kegelapan Sepak Bola Indonesia, 135 Meninggal.

Selasa, Desember 27, 2022
Kaleidoskop Tragedi Kanjuruhan: Kegelapan Sepak Bola Indonesia, 135 Meninggal.


Dunia-Ilmu.com, JAKARTA- Tahun 2022 menjadi tahun kelam bagi sepak bola Indonesia, juga bagi dunia.

 

Lebih dari 700 orang menjadi korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang saat berlangsungnya pertandingan Liga 1 Arema FC Vs Persebaya pada Sabtu 1 Oktober 2022.

 

Baca juga: Pengacara Korban Kanjuruhan Ungkap 3 Fakta Inspektur Kepala Niko Afinta Patut Sidang Etika

 

135 dari mereka meninggal.

 

Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Tragedi Kanjuruhan ini bermula saat penonton berhamburan ke lapangan seusai pertandingan berakhir.

 

Laga yang berlangsung pukul 20.00 WIB itu gagal total. Situasi mulai tidak terkendali dan wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan dan tim tamu Persebaya menang 3-2.

 

Penanganan senjata dengan menembakkan gas air mata disebut-sebut menimbulkan kepanikan di kalangan suporter. 11 petugas dilaporkan ditembaki dengan gas air mata, beberapa di antaranya ditujukan untuk berhenti.

 

Penembakan itu membuat situasi semakin kacau. Asap tebal, orang-orang berlarian, dan histeris menyelimuti Stadion Kanjuruhan malam naas itu. Jenazah suporter ditemukan di beberapa gerbang masuk, kebanyakan di gerbang 3, 9, 10, 11, 12, dan 13 stadion.

 

Baca juga: Piala AFF 2022: Pesan Sedih Pengacara pada Pertandingan Timnas Indonesia vs Kamboja

 

Menurut hasil penyelidikan, sejumlah korban tewas setelah lebih dari 20 menit berteriak di pintu keluar stadion. Di satu sisi, pintu keluar stadion sangat sempit karena tidak terbuka penuh. Para korban meninggal karena patah tulang, trauma, patah tulang kepala dan sesak napas.

 

Setelah bencana Estadio Nacional di Peru yang menewaskan 328 orang, bencana Kanjuraho menjadi salah satu dari dua bencana sepak bola terburuk di dunia. Setelah Kanjuruhan, kemudian terjadi tragedi Ghana tahun 2001 yang menewaskan 126 orang.

 

Tragedi Kanjuruhan tidak hanya disaksikan di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Peristiwa kelam ini banyak diberitakan oleh media internasional.

 

Baca juga: Kejaksaan Agung tidak menemukan niat jahat mantan Presiden PT LIB dalam kasus Kanjuruhan

 

Presiden FIFA Gianni Ifantino langsung menyampaikan belasungkawa sehari setelah kejadian tersebut. Menurutnya, tragedi itu sangat kelam.

 

“Pikiran dan doa kami bersama FIFA dan komunitas sepak bola internasional bersama para korban, rakyat Republik Indonesia yang terkena dampak, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, di masa sulit ini. Ini,” ujarnya. ujar dari situs resmi FIFA (2/10/2022) sebutnya.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencermati Tragedi Kanjuruhan. Presiden berharap tragedi Kanjuruhan menjadi yang terakhir di sepakbola Indonesia.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/12/27/kaleidoskop-tragedi-kanjuruhan-kelamnya-sepakbola-tanah-air-135-orang-meninggal-dunia