BI menerbitkan buku putih tentang mata uang digital, kata Akademisi dan Praktisi BlockChain

BI menerbitkan buku putih tentang mata uang digital, kata Akademisi dan Praktisi BlockChain

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Banyak akademisi dan ahli blockchain menyambut baik publikasi buku putih tentang konsep sistem logistik pangan nasional, serta rencana implementasi teknologi digital Bank Indonesia Digital Rupiah dan Central Bank of Digital Currency (CBCC). 

 

Blockchain adalah teknologi ledger terdistribusi (DLT) tepercaya, transparan, dan dapat dilacak, menjadikan teknologi blockchain sebagai teknologi yang diakui secara global.

 

Profesor Dr Ernan Rustiadi, Kepala LPPM IPB University mengatakan siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi blockchain dan teknologi digital lainnya seperti artificial intelligence dan big data analysis untuk kepentingan bangsa.

 

Baca juga: Bank Indonesia mencatat 1,77 triliun aliran modal asing ke pasar keuangan domestik dalam satu minggu

 

Ernan mengatakan Blockchain, Robotics and Artificial Intelligence Networks (BRAIN) IPB University didirikan pada 2017 untuk menjadi tuan rumah penelitian blockchain, robotika dan kecerdasan buatan.

 

“Didorong oleh pandemi Covid-19, lanskap digital 2023 akan diwarnai oleh penerapan teknologi blockchain, robotika, dan kecerdasan buatan, yang menuntut kehidupan jarak jauh dan produktivitas manusia. Ada banyak penelitian terkait blockchain; Diantaranya antara lain sertifikasi halal, pencatatan dan pendaftaran sertifikat tanah, dan smart logistics,” jelas Profesor Ernan dalam diskusi online bertajuk “Digital Landscape 2023: National Strategy for Blockchain Roadmap”. “Baru-baru ini.

 

Baca juga: Transaksi digital QRIS semakin populer di kalangan masyarakat, akhir tahun semakin dekat.

 

Dia menyebutkan bahwa banyak negara di dunia memiliki peta jalan blockchain nasional, sementara banyak negara lain sedang mengembangkannya. IPB University dan BRAIN IPB University siap berkontribusi aktif membantu pemerintah mengembangkan roadmap blockchain nasional.

 

Sementara itu, Prof Adra Arkeman, salah satu pendiri BRAIN IPB University mengatakan white paper BI tentang rupiah digital merupakan bukti kepercayaan pemerintah terhadap teknologi ledger terdistribusi dan blockchain.

 

“BI Whitepaper menginspirasi BRAIN IPB University untuk lebih banyak melakukan penelitian terkait blockchain, DLT dan uang digital. Terkait pengembangan blockchain BRAIN IPB University sudah mulai menjalin kerjasama dengan berbagai badan seperti BPN/ATR, BPPH, Badan Pangan dan BLOG. Baru-baru ini IPB University Blockchain Technology Menandatangani MoU dengan Blotogo dan PERUM Peruri untuk mempercepat pengembangan dan adopsi secara nasional.Yandra.

 

Baca juga: Wamenparekraf Angela Dorong Digital Marketing Fesyen Indonesia di Metaverse

 

Senada dengan yang dilansir BRAIN IPB, Teguh Kurniawan Harmanda – Senior Digital Expert Perum Peruri mengatakan bahwa Perum sedang mempersiapkan beberapa inisiatif blockchain yang dapat digunakan oleh pemerintah dan BUMN.

 

“Hal utama dalam inisiatif saat ini untuk membangun blockchain yang aman untuk digunakan di sektor publik adalah ini akan menjadi dasar pengembangan aplikasi blockchain, terutama untuk pemerintah dan BUMN. Selain itu, kami merasa bahwa blockchain sandboxing sangat penting untuk membantu mengembangkan produk blockchain yang sesuai dengan sistem saat ini.

 

Sementara itu, Aceh Karnengsih – chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), menegaskan bahwa ABI terus mengadvokasi dan peduli kepada semua pihak, termasuk pemerintah dan BUMN.

 

“ABI mengapresiasi semua entitas yang telah memulai implementasi blockchain Indonesia. Kami siap berdiskusi dan memfasilitasi segala persoalan terkait blockchain,” kata Aceh.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/new-economy/2022/12/14/bi-terbitkan-white-paper-uang-digital-ini-kata-akademisi-dan-praktisi-blockchain

Lebih baru Lebih lama