Alasan Hendra Kurniawan tidak terima diberhentikan dari Polri

Alasan Hendra Kurniawan tidak terima diberhentikan dari Polri

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Mantan Kepala Biro Pengamanan Dalam Negeri (Karo Paminal) Satuan Profesi dan Pengamanan Polri (PROPAM) itu mengaku tidak terima dengan pemecatan Brigjen Hendra Kurniawan dari Polri.

 

Menurutnya, kode etik mereka tidak terkait dengan profesi.

Dia sekarang mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Berawal saat Kejaksaan Negeri (JPU) meminta hasil sidang etik Hendra.

 

Hendra menjelaskan dirinya diganjar Sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Dia harus diturunkan ke unit layanan masyarakat (Yanma) sebagai hukuman karena melanggar kode etik tempat dia bekerja.

 

“Dalam kode etik. Apa masalahnya?” tanya JPU dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2022).

 

“Kami tetap mengimbau karena pengurus dianggap kurang profesional,” kata Hendra.

Hendra mengaku bingung dengan alasan ketidakprofesionalan tersebut.

 

“Apa maksud Anda tidak profesional dalam kasus ini? Tugas utama Anda adalah menjelaskan,” tanya jaksa lagi.

 

“Selain itu, saya tidak mengerti masalah ketidakprofesionalan. Karena seharusnya JPU tahu dari 17 saksi yang dihadirkan hanya 3 orang dan 1 online, yang lainnya tidak ada. Jadi menurut saya ini proses dan tidak profesional, jadi hanya itu yang bisa ditentukan. Saya tidak profesional,” jawab Hendra.

 

“Apa yang salah dengan istilah saksi etik,” tanya jaksa lagi.

 

Baca juga: Diberhentikan dengan hormat oleh Polri, Hendra Kurniawan tetap mengajukan kasasi

 

Di Duren Tiga 46 dalam menjalankan tugas terkait masalah proses penyidikan terkait kecelakaan penembakan tersebut, tambah Hendra.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/12/16/alasan-hendra-kurniawan-tidak-terima-dipecat-dari-polri

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

POST ADS1

POST ADS 2