Acara festival Isra memiliki peluang dari pasar wisata halal hingga program haji tanpa antrian -->

Iklan Semua Halaman

Follow Us

Acara festival Isra memiliki peluang dari pasar wisata halal hingga program haji tanpa antrian

Sabtu, Desember 17, 2022
Acara festival Isra memiliki peluang dari pasar wisata halal hingga program haji tanpa antrian

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Pasar perjalanan Muslim diprediksi akan pulih dengan pelonggaran peraturan perjalanan dan membaiknya situasi pandemi Covid-19.

 

Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) 2022 dari MasterCard dan Crescent Ratings memprediksi kedatangan wisatawan Muslim akan mencapai 140 juta pada tahun 2023 dan kembali menjadi 160 juta pada tahun 2024 setelah perjalanan internasional dibuka.

 

Pendekatan ini pasti akan merangsang industri wisata halal dan religi baik di dalam negeri maupun internasional.

 

Baca juga: Hakim Ferdi Sambo menyayangkan tidak melapor ke pihak berwajib dan malah membunuh Joshua, padahal Anda seorang polisi.

 

Menanggapi meningkatnya permintaan pasar pariwisata Muslim, Treya Exhibitions International bersama dengan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan menyelenggarakan “Festival Isra” Destinasi dan Travel Halal Indonesia pada 23-25 ​​Desember 2022. Jakarta Convention Center (JCC).

 

Bambang Setiawan, Director of International Exhibition Treya, mengatakan Isra Festival merupakan salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem industri perjalanan halal pasca pandemi dan pemangku kepentingan terkait.

 

Selain bertujuan untuk memperluas promosi dan pemasaran, juga menciptakan kepercayaan dan keakraban dengan konsumen serta pemasaran wisata halal dan religi.

 

Baca juga: Orang Tua Gugat Epic Games Gegara Fortnite Bikin Anak Kecanduan

 

“Pandemi telah mengubah gaya hidup masyarakat dengan mengutamakan aspek kualitas hidup yang seimbang. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pilihan dan jenis wisata. Oleh karena itu, ke depan, industri pariwisata harus lebih inovatif dalam mengembangkan paket wisata yang bersifat personal, customized, dan berskala kecil. Karena dalam Halal Corridor harus benar-benar mengacu pada prinsip Halal dan Toib, kata Bambang Setiawan dalam konferensi pers Indonesia Halal Destinations and Travel yang akan digelar pada 23-25 ​​Desember 2022. Baru-baru ini di Jakarta Convention Center (JCC).

 

Baca juga: Umrah dibuka kembali, KSP imbau pelaksanaan karantina lebih disiplin dan sesuai protokol.

 

Isra Festival menampilkan 109 stand dari Perusahaan Perjalanan Haji dan Umrah, Hotel atau Akomodasi Halal, Pariwisata Muslim, Transportasi, Makanan Halal, Aksesori Perjalanan, Aplikasi Perjalanan Halal, Produk Keuangan Syariah, Industri Pendukung (FMCG, Kuliner, Jamu/Obat). kosmetik, fashion dan sebagainya), masyarakat, pemerintah daerah/kota, kedutaan negara-negara sekitar negara muslim.

 

Setidaknya ada 10 destinasi wisata ramah Muslim yang tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga mancanegara (outbound), antara lain Malaysia, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Iran, Bahrain, Singapura, dan Uzbekistan. Lalu ada 10 besar tujuan OKI yang tidak ramah Muslim: Singapura, Taiwan, Thailand, Inggris, Hong Kong, Jepang, Afrika Selatan, Filipina, Amerika Serikat, dan Australia.

 

Berbagai acara menarik akan diadakan di pameran tersebut, seperti perjalanan komunitas, ceramah tentang umrah dan konsultasi tentang prinsip halal dalam industri kuliner (restoran Halal), kompetisi fotografi, tips dan saran bisnis.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/12/17/ajang-isra-festival-tangkap-peluang-pasar-wisata-halal-hingga-program-haji-tanpa-antre