Soal pergantian Panglima, mantan Kepala BIS itu menyoroti aturan TNI: kalau dilanggar akan jadi rekor. -->

Iklan

Soal pergantian Panglima, mantan Kepala BIS itu menyoroti aturan TNI: kalau dilanggar akan jadi rekor.

Sabtu, November 12, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Mantan BAIS TNI Laksamana Muda (Purn) Suleiman Ponto menyoroti Undang-Undang (UU) 34 Tahun 2004 tentang Perubahan Komando TNI.

Menurut Suleiman, aturannya Panglima TNI dapat dijabat secara bergilir oleh perwira tinggi aktif dari masing-masing angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Panglima TNI.

Baca juga: Anggota Komisi I DPR: Kami tidak berharap ada pergantian Panglima TNI sebelum KTT G20 berakhir.

Ketentuan yang disebutkan Ponto terdapat dalam UU 34 tahun 2004, Pasal 13, Pasal 4, tentang TNI.

Menurut dia, akan menjadi rekor jika Panglima TNI tidak mendapatkan giliran dalam waktu dekat.

Tercatat, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sudah ada tiga Panglima TNI dari tingkat bawah yakni Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI Andika Perkasa.

Selain itu, ada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjajanto yang diangkat dari TNI AU.

Demikian disampaikan dalam diskusi online, Jumat (11/11/2022).

“Ada undang-undang yang bergiliran. Tapi bagaimana itu dilanggar sendiri? Apa ini? Ini tidak akan bagus, kenapa? Ini akan menjadi catatan bahwa tidak ada Panglima Angkatan Laut pada masa Presiden Jokowi. Tentara Indonesia Paksaan, meski undang-undang mengizinkan,” kata Ponto.

Baca juga: Eudo Margono Digadang-gadang Gantikan Andica Percasa Panglima TNI, Ini Alasannya.

“Beda zaman Pak Harto (Presiden Soeharto). Tidak masalah. Kenapa? Tidak ada aturan. Ini hak presiden ya, silakan saja,” lanjutnya.

Selain itu, Ponto menekankan visi Jokowi tentang poros maritim yang seharusnya menjadi aspek penting keamanan di laut.

Dalam hal keamanan maritim, Angkatan Laut harus memainkan peran utama.

“Jadi kalau Angkatan Laut tidak datang, pertanyaan sebenarnya adalah, seberapa sulit di Angkatan Laut ini?” kata Ponto.

Baca juga: Komandan menanggapi deposan Cabareskrim dengan dokumen yang menyerukan dugaan campur tangan TNI dalam penambangan ilegal.

Kemudian menurut dia, ketiga Kepala Staf TNI itu memiliki kekuatan masing-masing.

Seorang Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia tidak lebih baik dari yang lain.

“Ketiga kepala staf ini tidak bisa mengatakan yang satu lebih baik dari yang lain. Masing-masing bagus di bidangnya. Jadi pilihannya harus bagus, kalau berputar ya berputar,” kata Suleman.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/11/12/soal-pergantian-panglima-eks-kepala-bais-soroti-uu-tni-jika-dilanggar-akan-menjadi-catatan