Soal perampingan, ini penjelasan dari CEO Asurancy Jacindo. -->

Iklan

Soal perampingan, ini penjelasan dari CEO Asurancy Jacindo.

Sabtu, November 19, 2022


Dunia-Ilmu.com, Yogyakarta – PT Assuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jacindo menanggapi kabar terbaru terkait pengurangan pegawai.

Jacindo menegaskan, mereka yang saat ini bekerja sedang melakukan perubahan di perusahaan.

Perubahan ini diyakini mampu menjawab tantangan pasar asuransi umum.

Menurut Andy Samuels, Managing Director Asurancy Jacindo, ada tiga area yang menjadi fokus perusahaan pada transformasi sumber daya manusia (SDM), model bisnis, dan digitalisasi ini.

Untuk SDM, Andy Jacindo mengaku akan mengembangkan SDM sebagai fasilitator yang terhubung dengan produk asuransi.

Baca juga: Jacindo dipecat, Penanggung Jawab Agen Khusus Eric Tohir: Mereka mengubah SDM, menawarkan pensiun dini

“Oleh karena itu, peran SDM sangat penting, karena menjadi koordinator harus memahami kondisi keamanan yang diharapkan korporasi,” kata Andy dalam jumpa pers Jacindo di Yogyakarta, Sabtu (19/11/2022) malam.

Lanjutnya, saat ini 70 persen dari seluruh industri asuransi Indonesia bermain di produk yang sama, dimana tenaga kerja menjadi kuncinya. Karena Jasindo HR memberikan value proposition kepada perusahaan.

Andy percaya bahwa profil risiko setiap klien berbeda. Selain itu, mereka ditargetkan pada organisasi.

“Setelah itu, Jacindo HR akan membantu mereka dengan program manajemen risikonya,” ujarnya.

Nilai tambah ini akan menjadi layanan yang diberikan oleh Asurancy Jacindo ke depannya. Tidak berhenti sampai di situ, perusahaan menawarkan program pencegahan kecelakaan dan program evaluasi.

Untuk mencetak tenaga kerja tersebut, perusahaan mengembangkan keterampilan para karyawan. Di masa lalu, sebagian besar kompetensi difokuskan pada back office dan sisanya masih baru dalam bisnis. Sekarang akan dibalik, komposisi bisnis akan dominan dan sisanya hanya back office.

Terkait model bisnis, Assuransi Jacindo yang merupakan bagian dari Indonesian Financial Group (IFG) menawarkan penawaran produk yang menarik bagi konsumennya.

Menurut Andy, sebagian besar perusahaan asuransi merupakan produk push. Sebagian besar perusahaan menawarkan produk yang sama. Hasil akhirnya adalah perusahaan asuransi mengetahui kebutuhan nasabah dalam hal risiko dan cara menguranginya, kemudian mengubahnya menjadi produk asuransi. Saat itulah Andy melakukan tugasnya.

“Kedepannya nasabah Jacindo akan mengetahui eksposur risikonya sehingga nasabah dapat memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya. Ini menjadi nilai tambah Jacindo,” katanya.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/11/20/soal-pengurangan-karyawan-ini-penjelasan-dirut-asuransi-jasindo