Siswa di Tuban, menangis di pelukan orang tuanya, menjadi korban Rudapaksa Guru Ngaji sebanyak 20 kali. -->

Iklan

Siswa di Tuban, menangis di pelukan orang tuanya, menjadi korban Rudapaksa Guru Ngaji sebanyak 20 kali.

Minggu, November 06, 2022
featured image

Dunia-Ilmu.com – AFM (28), guru ngaji di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tega memaksa muridnya di bawah umur.

Sungguh keji, pelaku melakukan perbuatan keji itu hingga 20 kali.

Perbuatan asusila tersebut dilakukan oleh pelaku sejak 2 tahun yang lalu.

Dalam data sementara, ada dua siswa yang dirancang oleh AFM.

“Sejauh ini, kami memiliki dua terduga korban seks anak, salah satunya mengalami pelecehan seksual oleh penjahat hingga 20 kali,” kata AKP M Gantatha, Kepala Bareskrim Polres Tuban. Kompas.comSabtu (5/11/2022).

Dalam kasus ini, orang tua korban curiga.

Baca juga: Polisi tangkap guru Ngaji di Tuban karena diduga melecehkan Santri hingga 20 kali

Awalnya, orang tua korban khawatir dengan perubahan perilaku anak yang sering menangis di pelukannya saat pulang dari mengaji.

Namun saat ditanya alasannya, si anak tidak menjawab.

Sikap ini membuat orang tua korban penasaran.

Terakhir, orang tua korban mengecek ponsel korban untuk mengetahui penyebab perubahan sikap anak tersebut.

“Dari ponsel korban, orang tuanya menemukan percakapan terkait perbuatan zina berhubungan seks dengan putrinya,” jelas Ganta.

Orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi setelah menolak menerima tindakan kriminal tersebut.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung turun tangan dan menangkap pelakunya.

Penjahat itu ditangkap saat bekerja di kebun di distrik Grabagan.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/regional/2022/11/06/menangis-di-pelukan-orang-tua-santri-di-tuban-ternyata-jadi-korban-rudapaksa-guru-ngaji-20-kali