Seiring dengan situasi yang diduga, Net89 Reporter Barescream mengklaim paten CS Reza. -->

Iklan

Seiring dengan situasi yang diduga, Net89 Reporter Barescream mengklaim paten CS Reza.

Selasa, November 15, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – BareScream Polly diminta segera menangkap Reza Patent dan tersangka lainnya yang diduga melakukan penipuan dengan modus robot trading Net89. Mereka saat ini ditahan karena tersangka mereka masih ditahan.

“Kami telah melayangkan surat kepada Kapolri dan Direktur Reserse Kriminal Khusus terkait permintaan penangkapan tersangka,” kata kuasa hukum pelapor, Zainul Arifin, kepada wartawan, Selasa (15/11/2022). .

Dalam kasus ini, Reza Patent Cs telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober lalu. Namun, satu bulan telah berlalu, penyidik ​​belum memutuskan penangkapan tersebut.

Menurut Arifin, pihaknya telah meminta pelarangan keimigrasian kepada penyidik ​​untuk mencegah para tersangka kabur. Pengajuan tersebut diminta dari Ata Halilintar dan empat perwakilan masyarakat lainnya.

Para seniman ini menjelaskan bahwa mereka berafiliasi dengan wadah robot perdagangan Net89. Meski penyidik ​​menyebut hanya Ata Halilintar dan Kevin Apriyo yang menjadi korban.

Baca juga: Ata Halilintar untuk membangun rumah ibadah Rp. 2,2 Miliar Bandana digunakan dalam lelang paten Reza

“Kami melihat Atta sedang berada di luar negeri sehingga masyarakat bertanya-tanya bagaimana langkah hukum yang ditempuh teman-temannya di Mabes Polri,” ujarnya.

Sebagai informasi, BareScream mencurigai Polri Reza Patent atau pemilik nama Reza Shahrani. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama 8 orang lainnya.

Tersangka adalah AA sebagai pendiri atau pemilik Net89 atau PT SMI, LSH sebagai direktur dan ESI sebagai anggota dan operator. Kemudian, LS, AL, HS, FI dan D adalah semua suboperator dari robot trading Net89.

Mereka dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 45 Ayat 1 dengan Pasal 28 dan/atau Pasal 34 Ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 dan Pasal 50. Perubahan UU No.1 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Pada tahun 2003, ia didakwa dengan tindak pidana pencucian uang berdasarkan Pasal 69 Pasal 1 UU No.3 dan/atau Pasal 46 UU No.10 Tahun 198 tentang perbankan.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/11/15/berstatus-tersangka-pelapor-net89-desak-bareskrim-segera-tahan-reza-paten-cs