Presiden Andrzej Duda: Mungkin Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menghantam Polandia -->

Iklan

Presiden Andrzej Duda: Mungkin Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menghantam Polandia

Rabu, November 16, 2022

Dunia-Ilmu.com, WARSAWA – Presiden Polandia Andrzej Duda mengumumkan bahwa rudal yang menewaskan dua orang di Polandia Selasa lalu mungkin diluncurkan oleh Angkatan Udara Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa analisis foto di situs tersebut menunjukkan bahwa proyek tersebut berasal dari sistem pertahanan udara S-300 yang digunakan oleh Presiden negara itu Volodymyr Zelensky.

“Kemungkinan besar itu adalah rudal buatan Rusia yang jatuh di wilayah Polandia pada 1970-an. Tapi kami tidak memiliki bukti bahwa itu ditembakkan oleh Rusia. Itu mungkin rudal anti-pesawat Ukraina,” kata Duda.

Perlu dicatat bahwa pada tahun 1970-an Rusia dan Ukraina adalah bagian dari Uni Soviet di bawah kepemimpinan Leonid Brezhnev.

Duda, dikutip laman Russian Today, Rabu (16/11/2022), mengatakan itu adalah ‘kecelakaan tragis’ dan bukan serangan yang disengaja di tanah Polandia.

Baca juga: NATO: Insiden rudal di Polandia masih salah Rusia, bukan Ukraina.

Mereka juga menjelaskan bahwa rudal menghantam Polandia ketika tentara Ukraina mencoba mencegat serangan Rusia.

“Ukraina melindungi dirinya sendiri, ini adalah alasan yang jelas dan dapat dimengerti, serta penghancuran rudal Rusia (di udara) dengan menembakkan rudal. Oleh karena itu, pihak Rusia pasti akan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi kemarin,” ujarnya. .

Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa mereka menembakkan rudal balistik ke pusat komando Ukraina dan situs infrastruktur energi.

Baca juga: Seorang pejabat AS mengatakan rudal yang menghantam Polandia ditembakkan oleh Ukraina.

Tapi targetnya tidak lebih dari 35 km, atau 21,7 mil, dari perbatasan Ukraina dan Polandia.

Menurut foto-foto yang dipublikasikan media, kementerian menegaskan bahwa rudal yang menghantam wilayah Polandia berasal dari sistem pertahanan udara S-300 yang digunakan Ukraina.

Di sisi lain, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan negaranya tidak akan meminta konsultasi mendesak sesuai dengan Pasal 4 Perjanjian NATO, yang menyangkut loyalitas dan kedaulatan teritorial setiap anggota.

“Tapi pilihan tetap ada pada kita,” kata Morawiecki.

Saat ini, militer, polisi, dan penjaga perbatasan telah disiagakan.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/internasional/2022/11/16/presiden-andrzej-duda-kemungkinan-besar-rudal-pertahanan-udara-ukraina-hantam-polandia