Pasar real estat diperkirakan akan menghadapi tantangan di tahun 2023: kenaikan suku bunga dan ancaman resesi -->

Iklan

Pasar real estat diperkirakan akan menghadapi tantangan di tahun 2023: kenaikan suku bunga dan ancaman resesi

Rabu, November 23, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Bank Indonesia (B) terus menaikkan suku bunga, saat ini sebesar 5,25 persen, sebagai tindakan pencegahan bagi lembaga keuangan untuk menghadapi risiko penurunan ekonomi tahun depan.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com, memprediksi ancaman ini akan berdampak pada pasar properti, salah satunya kenaikan suku bunga.

Efek lainnya, Marin, perbankan diharapkan lebih selektif dalam memberikan kredit pembiayaan, termasuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Rumah Susun (KPA).

Baca juga: Industri ritel modern terus mengalami pertumbuhan pada triwulan III 2022 seiring dengan meningkatnya tingkat permintaan.

“Hingga akhir Agustus, kenaikan suku bunga acuan tidak berpengaruh terhadap suku bunga KPR dan KPA di pasar. Namun suku bunga KPR dan KPA berpeluang naik pada akhir tahun,” kata Marine dalam keterangannya, Rabu (23/11/2022).

Melihat faktor tersebut, Marin memprediksi pasar properti akan menghadapi tantangan lagi di tahun 2023.

“Momok resesi dan kenaikan suku bunga global akan membuat penjual atau pemasok perumahan berhati-hati dalam mengambil keputusan,” kata Marin.

“Sekali lagi, prospek pasar properti residensial pada 2023 didasarkan pada kebijakan pemerintah dan menjaga situasi ekonomi nasional,” ujar Navy.

Tahun ini, pasar properti laut nasional menunjukkan perbaikan, karena harga properti meningkat lebih cepat dari tahun lalu, serta permintaan pasar.

“Sejak pelonggaran protokol kesehatan jelang Idul Fitri 2022, dan suku bunga Bank Indonesia 3,5 persen selama satu setengah tahun terakhir, beberapa kebijakan pemerintah menjadi salah satu alasan menjaga optimisme pasar properti tanah air. “kata Marinir.

Baca juga: BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Analis Ungkap Jenis Instrumen Investasi Yang Cocok Untuk Investor.

Data dari Rumah.com menunjukkan bahwa pencarian properti di tahun 2022 didominasi oleh pencarian properti mid-high-end, dengan harga mulai dari Rp 1 miliar, terhitung 56 persen dari seluruh pencarian properti di Rumah.com.

Angka ini naik satu persen dari kuartal sebelumnya dan naik dua persen dari kuartal ketiga 2021.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/11/23/pasar-properti-2023-diprediksi-akan-kembali-hadapi-tantangan-kenaikan-suku-bunga-dan-ancaman-resesi