Kejaksaan Agung Ungkap Peran Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Putra BUMN Waskita Karya -->

Iklan

Kejaksaan Agung Ungkap Peran Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Putra BUMN Waskita Karya

Rabu, November 09, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Di tahun Penyidikan dugaan korupsi, kegiatan melawan hukum, dan/atau tindak pidana yang tidak wajar dalam penggunaan Dana Pracetak PT Waskita Beton dari tahun 2016 hingga 2020 sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Seperti diketahui, Wasquita Concrete merupakan anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wasquita Karya.

Baca juga: Kejaksaan Agung telah menetapkan tersangka swasta dalam kasus korupsi terhadap Wasquita Beton.

Baru-baru ini, Direktur Utama PT Arka Jaya Mandiri (AJM) pada Selasa (11/8/2022) ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menyatakan bahwa HA berperan dalam jual beli tanah bermasalah dengan Waskita Beton Precast.

Tanah tersebut terletak di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten dengan luas 12 hektar.

Dalam jual beli ini, HA akan berperan sebagai PT AJM dalam menandatangani penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) kepada pemerintah.

“PT Waskita Beton Precast telah menandatangani dokumen yang diperlukan untuk penerbitan HGB setelah melakukan rehabilitasi dan pembangunan Workshop 5 di atas tanah seluas 12 hektar,” kata Ketut Sumedana, Kepala Pusat Informasi Hukum Kejaksaan Agung, dalam sebuah penyataan. Selasa (11/8/2022).

Diketahui juga bahwa HA telah memberikan Wasquita Concrete Precast untuk menggunakan lahan reklamasi tanpa izin dari pemerintah.

Baca juga: Kejaksaan Agung Tetapkan 4 Tersangka Pra Dakwaan Wasquita Beton

Kemudian penyidik ​​HA juga berperan dalam pembuatan berita acara serah terima lokasi pemulihan dari PT AJM kepada Pemerintah Negara Bagian Serang pada 21 Mei 2018.

Keterlibatan PT AJM sudah disebutkan Direktur Reserse Muda Pidana Khusus (Derek Jampidsus) Kuntadi.

Tim investigasi Jampidis mengungkapkan telah menemukan indikasi bahwa PT Waskita Beton Precast menderita kerugian $300 miliar dalam kasus korupsi, korupsi dan/atau korupsi.

Kerugian itu disebabkan masalah lahan reklamasi di Serang, Banten.

“Tanah tersebut saat ini tidak dikuasai dan tidak atas nama WSBP (Waskita Beton Precast),” kata Direktur Penyidikan (Deridic) Jampidsus Kuntadi kepada Tribunnews.com, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Permintaan meningkat, Waskita Beton Precast terus meningkatkan produksi.

Rencananya, lahan tersebut akan digunakan untuk pabrik beton.

Temuan itu diungkapkan Kuntadi berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh tim penyidik ​​di Kantor Perizinan Serang.

Berdasarkan hasil pencarian, tim investigasi memastikan bahwa Wasquita Beton Precast membeli tanah tersebut dari pihak swasta.
“(PT) ARKA,” kata Kuntadi.

Sebagai informasi, dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka terkait kasus ini dari PT Waskita Beton Precast, yakni mantan Direktur Utama Jarot Subana; Mantan General Manager Agus Prihatmono; Mantan Direktur Pemasaran Agus Wantoro; Pakar Pemasaran, Benny Prastow; pensiunan pegawai, Kristiadi Juli Hardianto; dan pensiunan pekerja, Anugrianto.

Selain itu, tim penyidik ​​telah menetapkan tersangka dari pihak swasta, Direktur Utama PTI Miss Mulia Metric Misha Hasnani Moen, sebagai wanita emas.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/11/09/kejaksaan-agung-ungkap-peran-tersangka-baru-kasus-korupsi-anak-bumn-waskita-karya