Dibayangi Resesi Global, Wamendag: RI Masih Peluang Ekspor -->

Iklan

Dibayangi Resesi Global, Wamendag: RI Masih Peluang Ekspor

Jumat, November 04, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuga, meskipun Ia menegaskan, meski ada ancaman resesi global pada 2023, Indonesia masih memiliki peluang ekspor.

Jerry mengatakan pihaknya sedang menyusun strategi kebijakan untuk menopang kinerja ekspor nasional dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Menurut dia, strategi yang dilakukan adalah meningkatkan akses pasar ekspor melalui cara-cara non-tradisional. Dengan demikian, penurunan permintaan ekspor tidak akan mempengaruhi kinerja ekspor nasional ketika ada ancaman resesi ekonomi.

Baca juga: Harga gandum turun, setelah Rusia kembali bernegosiasi tentang ekspor Laut Hitam Ukraina

“Salah satu kewenangan yang diserahkan Presiden RI kepada Kemendag adalah meningkatkan ekspor ke negara-negara tradisional. Berdasarkan perintah tersebut, Kemendag terus fokus memperluas akses pasar,” kata Wapres. Menteri Perdagangan Jerry Sambuga dalam keterangannya, Sabtu (5/11/2011). 2022).

Baca juga: Profil Jerry Sambuga, Ketua Divisi Bisnis DPP Partai Golkar 2019-2024, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Jerry mengatakan, potensi pasar nontradisional berpengaruh positif terhadap nilai ekspor Indonesia. Apalagi pasarnya berada di Afrika, Asia Selatan dan Timur Tengah.

“Potensi ekspor di pasar-pasar ini sangat besar. Misalnya kawasan Afrika berpenduduk 1,18 miliar dan produk domestik bruto (PDB) 2,11 triliun dolar pada 2021. Secara umum, potensi pasar kawasan Afrika diharapkan mencapai 8,39 miliar dolar.

Selain itu, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan kebijakan untuk memprioritaskan pasar luar negeri selain migas, kata Jerry.

Baca juga: Wamendag Jerry Sambuga Harapan Orientama Kosgoro 1957 menjadi inspirasi bagi seluruh kader Golkar.

Kebijakan tersebut meliputi negosiasi dan persetujuan perjanjian perdagangan internasional, fasilitasi perdagangan luar negeri, promosi perdagangan, serta pelatihan dan pendampingan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang berorientasi ekspor.

Mengenai kawasan Afrika, Indonesia memiliki perjanjian perdagangan bilateral dengan Mozambik (Indonesia – Mozambique Preferential Trade Agreement PTA).

Sementara di kawasan Asia Selatan, Indonesia memiliki PTA Indonesia-Pakistan dan ASEAN-India Free Trade Agreement (FTA).

“Yang terbaru di Timur Tengah, Indonesia memiliki perjanjian perdagangan bilateral dengan Uni Emirat Arab dalam Indonesia-UEA Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IUAE-CEPA,” tegasnya.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/11/05/dibayangi-resesi-global-wamendag-ri-masih-punya-peluang-ekspor