Di atas KRI Teluk Palu-523, ratusan pramuka Saka Bahari berjuang dengan penuh semangat demi kejayaan. -->

Iklan

Di atas KRI Teluk Palu-523, ratusan pramuka Saka Bahari berjuang dengan penuh semangat demi kejayaan.

Sabtu, November 19, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Di tengah pasang surut gelombang laut, ratusan Pramuka Saka Bahari mengikuti rangkaian Kegiatan Ekspedisi Pengembangan Karakter Kelautan (PPKM), Kamis (17/11/2022).

Pembangunan karakter bahari dilakukan di samping KRI Teluk Palu-523 saat berlayar menuju Tidore, Maluku Utara.

Hingga pagi ini, putra dan putri Praja Muda Karana sudah berkumpul di belakang KRI yang akan beroperasi mulai Maret 2022.

Mengenakan seragam pramuka dan melantunkan yel-yel mereka secara utuh, ia mengobarkan semangat di hari kedua pelayarannya ke Tidore.

Baca juga: Menko PMK: Pramuka adalah tempat ideal untuk membangun jiwa pemuda.

Setiap kelompok Pramuka Saka Bahari yang terbagi dalam kelompok satu sampai sebelas dari berbagai daerah secara bergantian melantunkan yel-yel.

Mereka bertanding dengan bangga, mengeluarkan teriakan khas masing-masing tim.

Panas dan angin laut di atas heliboat tidak menyurutkan semangat para pramuka terbaik di bawah TNI AL.

“Oo.. Oo.. Oooo. Kami dari Pramuka Saka Bahari, biasa, biasa, senang, gembira” kata peserta dalam nada pembuka Piala Dunia.

Sejumlah militan membawa teriakan khusus dari daerah masing-masing. Peserta Banten diantaranya.

“Aing Jawara, Aing Jawara, Aing Jawara, Hoi,” teriak peserta dari wilayah barat Pulau Jawa.

Peserta Pramuka Saka Bahari juga mendapat informasi mendalam tentang organisasi dan perilaku laut KRI Teluk Palu-523, selain teriakan.

“Kegiatan PPKM ini untuk mempromosikan perilaku bahari dalam kerangka Sail Tidor. Kegiatan ini akan melibatkan generasi muda Saka Bahari didukung oleh Lantamal dan Lanal perwakilan dari seluruh Indonesia atau provinsi,” ujar Saka Bahari. Sekretaris Angkatan Sri Wigati.

Baca juga: Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus dan Arti Simbol Pramuka Tunas Kelapa

P.P.M. Serangkaian kegiatan diharapkan dapat membiasakan para peserta dengan empat krisis kelautan: wisata bahari, merkuri laut, sumber daya laut, dan jasa kelautan.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/11/19/di-atas-kri-teluk-palu-523-ratusan-pramuka-saka-bahari-adu-gengsi-lewat-yel-yel-pembakar-semangat