CV Budiarta mengatakan telah memasok propilen glikol ke PT Yarindo Pharmata sebanyak 2 kali sejak tahun 2021. -->

Iklan

CV Budiarta mengatakan telah memasok propilen glikol ke PT Yarindo Pharmata sebanyak 2 kali sejak tahun 2021.

Jumat, November 11, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – CV Budiyata mengungkapkan pihaknya telah mendistribusikan propilen glikol (PG) ke PT Yarindo Farmatama sebanyak dua kali, yakni 2021 dan 2022.

Kuasa hukum CV Budiyata, Mahar, mengaku heran dengan propilen glikol yang saat ini sedang disidangkan PT Yarindo dan BPOM.

Dikatakannya, karena bahan baku obat sirup yang didistribusikan pihaknya tidak pernah bermasalah sebelumnya.

“Tadi 2021 dia juga pesan dan tidak ada masalah, kenapa sekarang ada masalah,” kata Mahar dalam konferensi pers di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (11/11/2022).

Untuk memastikan bahwa CV Mahar Budiyata PG telah dijual ke PT Yarindo, dia bahkan mengkonfirmasi kepada klien bahwa memang benar dia telah menjual barang tersebut ke perusahaan.

Tapi saya seorang ksatria, saya bertanya kepada klien saya, ‘Apakah Anda menjual PG atau tidak?

Baca juga: Ada tiga jenis penyakit ginjal pada pasien dengan cedera ginjal akut:

Panggil prosedur yang sesuai

Selain itu, CV Budiata merasa bahwa propilen glikol yang dipasok ke PT Yarindo tidak dapat diterima oleh klien mereka karena terkontaminasi dengan etilen glikol.

Pasalnya, menurut dia, dalam proses pembelian propilen glikol dari PT Anugerah Perdana Gemilang, terdapat pre-certificate of analysis (COA) yang merupakan persyaratan keamanan produk.

“Kalaupun itu terjadi, kami memiliki COA sebagai distributor. Kami juga akan konfirmasi apakah limitnya masih ada atau tidak, kemudian kami akan mengantarkan barangnya (PT Yarindo),” ujarnya.

Mahar menambahkan, CV Budiyata dikatakan memberikan garansi tukar 2×24 jam jika barang yang dijual dalam kondisi tidak layak.

Namun, CV Budiyata mengaku belum bisa memastikan isi drum berisi propilen glikol tersebut.

Karena Mahar, jika segel dibuka, barang yang dijual dianggap rusak dan tidak layak pakai.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/kesehatan/2022/11/11/cv-budiarta-sebut-pasok-propilen-glikol-ke-pt-yarindo-farmatama-sebanyak-2-kali-sejak-2021