Transtrack: Hanya 2 persen dari 62 juta kendaraan komersial yang terhubung ke sistem manajemen transit -->

Iklan

Transtrack: Hanya 2 persen dari 62 juta kendaraan komersial yang terhubung ke sistem manajemen transit

Minggu, Oktober 23, 2022
featured image

Wartawan Tribunnews.com Echo Sutriyanto

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Saat ini di tengah pesatnya perkembangan bisnis transportasi dan logistik Indonesia.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain upaya pemerintah dalam pengendalian Covid-19 dan berbagai indikator lainnya.

Namun, masih banyak kendala bagi pelaku usaha transportasi dan logistik untuk menjalankan operasional penerbangan.

Salah satunya adalah kurangnya kendaraan niaga yang terkoneksi dengan Fleet Management System (FMS) atau sistem manajemen armada yang menggunakan teknologi telematika.

Baca juga: McEasy Logistics Fleet Management Startup menerima pendanaan sebesar 22 miliar dari Eastern Ventures

Menurut data saat ini, dari 62 juta kendaraan niaga di Indonesia saat ini, baru 2 persen yang terkoneksi dengan sistem manajemen armada ini.

Tentu saja, penting untuk mengelola penggunaan FMS untuk meningkatkan efisiensi kendaraan, mengontrol waktu servis, meningkatkan produktivitas, meningkatkan keselamatan dan konsumsi bahan bakar.

“Dalam kerjanya, FMS mencakup perawatan kendaraan dengan berbagai fungsi seperti monitoring, mengemudi dan manajemen bahan bakar,” kata pendiri IndoTrans Technology Indonesia atau TransTrack. .

Angia mengatakan bahwa sistem FMS mengacu pada teknologi yang memungkinkan pertukaran informasi antara armada kendaraan dan platform pusat, sehingga sistem ini membutuhkan jaringan GPRS dan GPS, pelacak GPS, server, dan perangkat lunak telematika.

Baca juga: Untuk transportasi dan logistik, GPS startup dapat melacak kendaraan dan melacak perilaku pengemudi.

“Tanpa FMS, manajer armada akan memiliki kontrol terbatas atas armada mereka, yang mengarah ke berbagai masalah termasuk peningkatan biaya pemeliharaan dan bahan bakar, pengiriman layanan yang buruk, potensi pencurian, penyalahgunaan kendaraan dan kecelakaan yang sering terjadi,” katanya.

Menurut kepala perusahaan, yang menyediakan platform telematika dan manajemen armada, Transtrack membantu industri logistik meningkatkan operasi logistik karena mengumpulkan dan menganalisis data telemetri waktu nyata seperti lokasi geografis, tingkat bahan bakar, jarak tempuh, dan peringatan pemeliharaan armada.

Perangkat lunak ini dapat dengan mudah diintegrasikan dengan lebih dari 1.000 perangkat GPS yang ada untuk mendapatkan informasi kinerja dan perilaku pengemudi.

Platform Transtrack sudah ada di 13 kota dan akan menargetkan hingga 25 kota di Malaysia dan Myanmar hingga akhir tahun ini.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/10/23/transtrack-hanya-2-persen-dari-62-juta-kendaraan-komersial-terhubung-dengan-sistem-manajemen-armada