Pendukung ibunda Bambang Tri Mulyono memadati ruang sidang kasus ijazah palsu Jokowi. -->

Iklan

Pendukung ibunda Bambang Tri Mulyono memadati ruang sidang kasus ijazah palsu Jokowi.

Selasa, Oktober 18, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Sidang perdana dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022).

Sidang yang dijadwalkan pukul 09.40 WIB dimulai pukul 11.28 WIB.

Baca juga: Bambang Tri Mulyono Ditangkap, Penuntutan Ijazah Palsu Jokowi Berlanjut Hari Ini

Banyaknya pendukung Bambang Tri Mulyono, terpantau penggugat sudah selesai sidang.

Kebanyakan dari mereka adalah ibu-ibu dari berbagai daerah.

Ruang sidang yang semula di kamar Ali Syed dipindahkan ke kamar Virjono.

Namun, kerumunan pendukung Bambang meletus di luar ruangan.

“Jokowi, tunjukkan ijazah Anda,” teriak kerumunan perempuan sebelum sidang.

Baca juga: Reaksi Dua Sahabat SD Terkait Ijazah Palsu Presiden Jokowi

Begitu sidang dibuka, para pendukung Bambang masih diperbolehkan menyaksikan sidang karena sidang terbuka untuk umum.

Diketahui, persidangan ini diajukan oleh empat pihak: Presiden Jokowi, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Majelis Rakyat (MPR) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemendikbudristek).

Bambang mengajukan tiga permohonan dalam gugatan:
• Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat secara penuh

• Saya menyatakan bahwa terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum dengan membuat keterangan palsu dan/atau menyerahkan dokumen palsu berupa ijazah (Bukti Kelulusan) untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas. SMA) atas nama Joko Widodo.

Baca juga: KSP Bicara Isu Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Ijazah, Mereka Sengaja Membingungkan Pak Jokowi.

• Memberitahukan bahwa terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyerahkan dokumen ijazah yang berisi keterangan palsu dan/atau menyerahkan dokumen palsu sebagai syarat penuh permintaan terdakwa untuk memenuhi ketentuan Pasal 9 ayat (1). ) Huruf r PER-KPU Nomor 22 Tahun 2018, periode 2019-2024 akan digunakan dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/10/18/emak-emak-pendukung-bambang-tri-mulyono-padati-ruang-sidang-gugatan-ijazah-palsu-jokowi