Menjaga lingkungan, perusahaan pertambangan didorong untuk melakukan operasi sesuai peraturan -->

Iklan

Menjaga lingkungan, perusahaan pertambangan didorong untuk melakukan operasi sesuai peraturan

Selasa, Oktober 18, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Pemerintah terus mengatur kegiatan pertambangan melalui Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Ridwan Djamaludin, Direktur Jenderal Pertambangan dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, IUP dan IUPK merupakan kebijakan yang dirancang untuk memetakan pelaku komersial yang berhak melakukan operasi pertambangan di wilayah yang telah ditentukan.

Baca juga: Dengan resesi global, Indonesia diuntungkan dari ekspor pertambangan dan kelapa sawit, apa yang investor tunggu?

Ridwan mengatakan pada Selasa (18/10/2022) “Salah satu hal penting bagi perusahaan untuk memiliki IUP dan IUPK adalah memastikan dan memprioritaskan keamanan kerja.”

Sebagai suatu hal yang penting secara nasional, diperlukan perlindungan yang tepat agar aset mineral dan batubara tersebut dapat dikelola dan diberikan nilai yang tinggi bagi negara.

Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan promosi untuk melindungi aset industri pertambangan dan batubara.

Baca juga: J Trust Bank bekerjasama dengan United Tractors untuk pembiayaan alat berat untuk pertambangan dan konstruksi

“Perusahaan yang memiliki izin bertanggung jawab untuk menjalankan operasi dengan praktik penambangan yang baik dan kepatuhan terhadap peraturan terkait,” kata Ridwan.

Selain aspek keamanan, menjaga kelestarian lingkungan pascatambang menjadi tugas wajib bagi pemilik IUP dan IUPK.

Seperti yang dijelaskan Ridwan, aktor yang tidak memiliki izin lalai dalam komitmen mereka untuk merehabilitasi, merehabilitasi, dan mereklamasi lahan pascatambang.

Ujung-ujungnya, kata Pak Ridwan, penambangan yang tidak bertanggung jawab akan merugikan daerah dan masyarakat sekitar.

Rehabilitasi Er Jankang merupakan salah satu contoh program keberlanjutan yang dilakukan oleh PT Timah Tibbik, yang meliputi kontribusi daerah dalam mengubah lahan bekas tambang menjadi destinasi wisata.

PT Bukit Asam Tbk, juga telah mengubah bekas lokasi tambang batu bara di Ombilin, Sawahlunto menjadi destinasi wisata dan situs warisan budaya dunia, yang telah disertifikasi oleh UNESCO sebagai Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto.

“Dengan menjaga good mining practice dan menjaga kualitas hasil tambang, kami berharap dapat menjaga citra positif produk tambang lokal di dunia,” ujar Ridwan.

Seperti diketahui, untuk mendukung keberlanjutan, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah meluncurkan sistem yang disebut SIMBARA (Sistem Informasi Penguasaan Barang Milik Negara).

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekosistem kontrol dan pengelolaan top-down dari hasil integrasi sistem dan data di pertambangan dan batubara.

Sistem ini dikatakan dapat membantu melindungi bisnis pertambangan dan batubara dari penambangan liar.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/10/18/jaga-lingkungan-perusahaan-pertambangan-didorong-jalankan-operasional-sesuai-aturan