Ketua IDAI mengungkapkan alasan untuk mencurigai etilen glikol pada 141 anak dengan gagal ginjal akut -->

Iklan

Ketua IDAI mengungkapkan alasan untuk mencurigai etilen glikol pada 141 anak dengan gagal ginjal akut

Minggu, Oktober 23, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim B Yanuarso, Sp.A(K) menjelaskan mengapa para tenaga medis kini mencurigai etilen glikol (EGG) sebagai zat berbahaya yang menyebabkan 141 anak mengalami gagal ginjal berat.

Ia menjelaskan, masalah ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga anak-anak, terutama yang berkaitan dengan ginjal.

Para profesional medis ini, termasuk yang ditugaskan di gugus tugas Covid-19, membahas dan merawat kelompok anak-anak dengan cedera ginjal akut ini.

“Jadi kenapa ada kecurigaan keracunan ethylene glycol, teman-teman di IDAI, konsultan ginjal anak, konsultan gawat darurat anak intensif, dokter di PICU, kemudian konsultan infeksi, lalu satgas covid, ya dibahas dan ditangani ginjal akut. penyakit. Pada penderita”, kata dr Piprim, dalam webinar update terbaru ‘Kasus gagal ginjal akut pada anak meningkat, obat sirup dilarang’, Minggu (23/10/2022) pagi.

Melalui diskusi dan penanganan, ditemukan sesuatu yang tidak biasa.

Awalnya, kondisi ini diduga terkait dengan post-coronavirus (Covid-19) multisystem inflammatory syndrome pada anak (MIS-C).

“Jadi kenapa menemukan sesuatu yang tidak biasa dalam kasus pasca-Covid-MIS-C,” jelas dr Piprim.

Baca juga: Cedera ginjal akut pada anak, ini imbauan IDAI kepada tenaga kesehatan dan masyarakat.

Selain itu, temuan para dokter ini mirip dengan kejadian aneh yang terjadi di Gambia September lalu, mirip dengan yang terjadi pada anak-anak di Indonesia.

“Kemudian ada laporan dari Gambia pada bulan September ya, dalam diskusi dengan dokter di Gambia, mereka membuat pernyataan, kasusnya sangat mirip dengan kasus kami,” kata dr. Permen.

Melihat kemiripan kasus di Indonesia dengan Gambia, tim medis profesional langsung melakukan pemeriksaan, termasuk darah pasien.

Baca juga: Sirup parasetamol untuk anak-anak masih diperbolehkan, kata IDAI.

Dari pemeriksaan tersebut, diketahui kadar bahan kimia berbahaya etilen glikol berada di atas ambang batas.

“Setelah itu, banyak tes dilakukan, termasuk yang menemukan kadar etilen glikol tinggi dalam darah pasien ini,” kata dr. Permen.

dr. Piprim menekankan bahwa meskipun pasien ini menjalani dialisis, etilen glikol masih ada dalam darah mereka.

Pihaknya menduga ada proses meracuni anak-anak tersebut.

Baca juga: IDAI: Kasus okultisme cedera ginjal akut pada anak tersebar di 20 negara bagian yang sebagian besar adalah DKI Jakarta

“Padahal pasien sebelumnya sudah menjalani cuci darah, namun tetap ditemukan. Dari bukti ini muncul kecurigaan keracunan,” kata dokter. Permen.

Selain itu, angka kematian untuk gagal ginjal akut pada kelompok anak-anak saat ini lebih dari 50%.

Masalah ini tidak ingin meningkat dan terutama pada kelompok anak-anak.

“Selanjutnya angka kematiannya lebih dari 50 persen ya lebih dari 55 persen. Kita tidak ingin anak-anak kita tercinta menjadi korban lagi,” pungkas dr. Permen.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/kesehatan/2022/10/23/ketua-idai-beberkan-alasan-curigai-etilen-glikol-biang-kerok-141-anak-terkena-gagal-ginjal-akut