Ketua DPP PDIP: Pilpres 2024 adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan pemimpin perempuan. -->

Iklan

Ketua DPP PDIP: Pilpres 2024 adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan pemimpin perempuan.

Selasa, Oktober 25, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Ketua DPP PDIP Syed Abdullah mengatakan Pemilihan Presiden (PILPRESS) 2024 merupakan langkah tepat untuk menghadirkan pemimpin perempuan.

Pada awalnya, Syed Abdullah mengutip hasil survei Grassroots Strategic Consultancy (ARSC) 21 September 2021 dengan pertanyaan-pertanyaan tinggi, yang menemukan bahwa calon presiden perempuan masih jauh di bawah laki-laki.

Lebih lanjut, survei Lembaga Survei Indonesia (LCI) menunjukkan, dari sepuluh calon presiden tahun 2024, calon presiden perempuan menempati urutan ketujuh.

Artinya dalam realitas politik di Indonesia, kepemimpinan perempuan pada capres-cawapres 2024 masih menyisakan masalah atau hambatan penerimaan publik, kata Abdullah, Senin (24/10/2022).

Dari hasil survei tersebut, Seid menilai calon presiden perempuan masih sulit bersaing dengan calon presiden laki-laki dalam hal diterima dan dipilih oleh pemilih Indonesia.

Said juga mengutip pernyataan Bung Karno dalam bukunya “Sarina: Tanggung Jawab Perempuan untuk Perjuangan Republik Indonesia” (cet I, 1947). Kedudukan perempuan dalam perjuangan NKRI bukan hanya soal kemerdekaan.

“Pengalaman Bung Karno diasuh oleh Sarina sebagai asistennya menemukan rasa kemanusiaan dalam praktik kehidupan,” ujarnya.

Silsilah Bung Karno tentang pemikiran Marhanis, seperti semangat imperialisme, sarat dengan kritik terhadap modernitas Barat.

“Dengan demikian, Bung Karno memahami bahwa perempuan adalah bagian dari kekuatan yang harus dilibatkan tidak hanya dalam pembangunan bangsa dan negara, tetapi terutama dalam perjuangan melawan feodalisme, kolonialisme, dan imperialisme,” katanya.

Baca juga: Sekjen PDIP Hasto Cristiano menjelaskan penghargaan bagi kader partai

Selain itu, dalam bukunya Sarina Bung Karno, ia menjelaskan betapa pentingnya peran perempuan dalam sebuah negara.

“Memang Bung Karno menggarisbawahi, “Kami tidak akan menang jika mereka (perempuan) tidak bersama kami.” Dapat dilihat bagaimana status perempuan pada waktu itu adalah domestik, tidak mampu keluar dari feodal patriarki. budaya.

Said menegaskan, pandangan Bung Karno itu penting agar pencalonan presiden 2024 dapat dilihat dalam kepemimpinan nasional.

Pertama, pencalonan perempuan dalam kepemimpinan nasional tidak hanya mendukung angka, tetapi sebenarnya dapat menjamin bangsa Indonesia dari feodalisme patriarki sebagai syarat pembangunan sosial.

Kedua, menurut Said, kepemimpinan perempuan adalah hal yang wajar mengingat agregasi sosio-demografis kita dan kita menempati posisi yang strategis.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2022/10/25/ketua-dpp-pdip-pilpres-2024-momentum-tepat-hadirkan-pemimpin-perempuan