Kepala PLN mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 -->

Iklan

Kepala PLN mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060

Selasa, Oktober 18, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk menurunkan emisi karbon untuk mencapai net zero emisi pada tahun 2060, salah satunya dengan membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Presiden PLN Dharmawan Prasodojo, sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia.

Menurut data PLN, tidak kurang dari 280 juta ton CO2e dihasilkan dari sektor transportasi. Jika dibiarkan, emisi pada tahun 2060 akan menjadi 860 juta ton CO2e per tahun.

“Di sektor transportasi, kami berusaha mengalihkan penggunaan energi dari minyak ke listrik. Emisi yang dihasilkan bisa meningkat lebih dari 800 juta,” kata Dharmawan pada Konferensi Internasional Soe yang diselenggarakan dalam mode campuran, Selasa (18/10/2022). .

Baca juga: Dalam mengejar target pengurangan emisi karbon, Cadin mengajak perusahaan nasional untuk bertransisi ke nol bersih.

Ia juga mengatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Dari perhitungan, 1 liter bahan bakar sama dengan 1,2 kilowatt listrik.

Emisi karbon dari 1 liter bahan bakar adalah 2,4 kg. Sementara itu, 1 kilowatt listrik yang didukung oleh PLTU di Indonesia mengeluarkan sekitar 0,85 kg CO2e dalam sistem kelistrikan.

Artinya jika 1,2 kWh, emisinya sekitar 1,1 kg CO2e.

PLN berkomitmen mendukung layanan dan infrastruktur ketenagalistrikan untuk memperluas dan mempercepat penggunaan kendaraan listrik.

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dari menyediakan layanan pengisian rumah.

“Ini kami fasilitasi, menggandeng pelaku industri otomotif untuk secara bertahap beralih ke kendaraan listrik. Kami memfasilitasi infrastruktur dari SPKLU dan perumahan dan lainnya,” kata Dharmawan.

PLN mempercepat penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) di pembangkit listriknya untuk mendukung komitmennya terhadap emisi nol bersih pada tahun 2060, tidak hanya di sektor transportasi.

Kapasitas EBT ini berasal dari solar, hydro, wind dan geothermal.

“Kami telah merancang penambahan kapasitas sebesar 20,9 GW, dimana 51,6 persen tambahan daya akan berasal dari EBT. Ini memang tantangan berat, tapi kami akan melakukannya,” kata Dharmawan.

“Kami ingin generasi penerus memiliki masa depan yang lebih baik. Jadi yang dilakukan PLN adalah mengurangi dampak gas rumah kaca dan PLN berkomitmen untuk itu,” ujarnya.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/10/18/bos-pln-dorong-penggunaan-kendaraan-listrik-untuk-capai-net-zero-emission-pada-2060