Jawa Timur mungkin menjadi kunci penentu kemenangan Pilpres 2024. -->

Iklan

Jawa Timur mungkin menjadi kunci penentu kemenangan Pilpres 2024.

Minggu, Oktober 23, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Di tahun Pemilihan presiden yang diadakan pada tahun 2014 dan 2019 mengukuhkan pemenang pulau Jawa.

Hal ini karena tingkat partisipasi pemilih yang tinggi di Jawa Timur menjadikan daerah ini sebagai daya tawar utama bagi para kandidat.

Eric Hermawan, pengamat politik nasional, mengatakan hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai fokus politik nasional.

“Lebih dari setengah dari enam negara bagian di Pulau Jawa adalah pemilih nasional. Tiga negara bagian seperti Jawa Timur (Jawa Timur), Jawa Tengah (Jawa Tengah) dan Jawa Barat (Jabbar) menjadi medan pertempuran,” kata Eric kepada wartawan di Sabtu (22/10). 2022) kata.

Pasalnya, pada pemilihan presiden 2019, ada lebih dari 70 juta dari 154 juta pemilih di tiga negara bagian. Eric menilai, suara pemilih di Jatim harus diperhitungkan.

Baca juga: Jokowi yakin Golkar akan memilih citra yang tepat untuk capres atau cawapres pada Pilpres 2024.

Apalagi Jawa Timur juga dipenuhi Nahdliin. Pasangan calon nomor urut 01 pada Pilpres 2019, Jokowi-Maruf Amin ini meraih hasil buntut dari keinginan warga NU untuk memilih wakilnya.

“Kehadiran calon dari delegasi NU akan mempengaruhi partisipasi suaranya,” ujarnya.

“Lanskap pemungutan suara Jawa Timur yang didominasi Nahliyin akan terus fokus pada calon presiden dan wakil presiden 2024,” katanya.

Di tahun Melihat hasil survei Indopol Oktober 2022 terkait capres 2024 pada Pilkada Lingkar NU, ada sejumlah nama terpandang dan berpeluang masuk.

Di antara mereka, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mendapat skor tertinggi 20,44 persen di antara Nahdlin dan pendukungnya.

Nama lain dari Hofifah Indar Parawansa 15,57 persen, Muhaimin Eskadar 9,12 persen, KH. Yahya Cholil Tzaquf 6,29 persen, Saeed Aqil Siraj 4,09 persen, dan Yaqut Cholil Qomas 2,83 persen.

“Khususnya Mahfud MD patut mendapat perhatian khusus. Secara khusus, nama tersebut memiliki pengaruh dan popularitas yang sangat tinggi di kalangan NU Jatim,” kata Eric.

Baca juga: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan siap mencalonkan diri dalam Pilpres 2024.

Kemudian pada Oktober 2022, berdasarkan investigasi Jaya Baya Engine-X, orang beragama mana yang dipilih oleh netizen untuk calon wakil presiden 2024, nama Mahfud MD menjadi yang paling populer.

Mahfud MD 36,09 persen, Muhaimin Iskandar 26,34 persen, Yeni Wahid 11,95 persen, KH Yaqut Cholil Qoumas 9,03 persen, KH. Yahya Chollil Tsaquf 7,72 persen, KH. Muhammad Cholil Nafis 5,1 persen, Kofifah Indar Parawansa 3,21 persen dan KH. Hedar Nasser 0,56 persen.

“Mahfud MD. Tak bisa dipungkiri, peran perwakilan Nahdline di tingkat nasional cukup merebut hati masyarakat. Apalagi pengalaman sejarah dalam hal kedekatan yang terakhir. Gus Dur di Jawa Timur sulit dilupakan di awal pemugaran,” jelas Eric.

Eric juga mengatakan bahwa citra Mahfud MD adalah pemimpin pandangan keagamaan kiai NU dalam menjaga konsep keadilan hukum di negeri ini.

Jadi dengan kata lain, Mahfud MD bisa menjadi orang yang bisa mewakili kalangan NU untuk Pilpres 2024 mendatang.

“Dengan kata lain, daya tawar NU sangat dihormati, catatannya harus ada tokoh NU yang bisa dianggap mewakili kriteria yang mereka dukung,” pungkasnya.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/mata-lokal-memilih/2022/10/23/jawa-timur-bisa-jadi-kunci-penentu-kemenangan-pilpres-2024