Dorong pengurangan emisi karbon, BUMN semen kurangi klinker untuk fasilitasi bahan bakar alternatif -->

Iklan

Dorong pengurangan emisi karbon, BUMN semen kurangi klinker untuk fasilitasi bahan bakar alternatif

Minggu, Oktober 16, 2022

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – PT Siemens Indonesia (SIG) telah merilis kerangka kerja keberlanjutan untuk meningkatkan pengurangan emisi karbon di setiap aktivitas perusahaan.

Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs 2030) yang dicanangkan pemerintah.

Presiden Direktur GIS Donny Arsal mengatakan peluncuran GIS Sustainability Framework merupakan langkah awal dalam mendukung misi perusahaan untuk menciptakan perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.

Menurutnya, pada tahun 2032, SIG telah mengembangkan kerangka kerja berkelanjutan yang berfokus pada pengurangan emisi karbon secara bertahap, mengurangi 520 kg karbon dioksida per ton semen menjadi 493 kg.

Baca juga: Dengan mengurangi emisi karbon dari kegiatan pertanian, Pupuk Kaltim menggalakkan dekarbonisasi berbasis CSV.

“Penentuan target penurunan emisi karbon akan dilakukan dengan mengurangi faktor klinker, meningkatkan substitusi panas dari bahan bakar alternatif dan mengoptimalkan konsumsi energi panas spesifik. Profitabilitas perusahaan,” kata Dhoni dalam keterangannya, Minggu (16/10/2022). .

Kerangka Keberlanjutan GIS dikembangkan bekerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Mandiri Securities Pte. Ltd dan PT Bank HSBC Indonesia telah menerima opini pihak kedua dari Sustanalytics, sebuah perusahaan yang diakui secara global sebagai fasilitator keberlanjutan, dan penyedia penelitian, pemeringkatan dan data LST.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susanna Indah Chris Indriati mengatakan, pengembangan kerangka keberlanjutan merupakan bukti komitmen Bank Mandiri untuk terus mendukung tren ekosistem hijau.

“Kerangka keberlanjutan yang dirilis hari ini oleh GIS merupakan cerminan konkret dan kritis BUMN sebagai pelaku industri dan pemerintah dalam komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan,” kata Susanna.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Francois de Maricourt mengaku bangga bisa terlibat dalam perencanaan transisi pengurangan emisi karbon dan penerapan prinsip-prinsip ESG di perusahaan untuk mengembangkan kerangka keberlanjutan.

“Sebagai bank internasional dengan sejarah panjang di Asia dan Indonesia, kami berkomitmen untuk mendukung transisi klien kami ke ekonomi rendah karbon dan berkelanjutan,” katanya.

Kerangka keberlanjutan adalah dokumen pendukung untuk referensi dalam hal rencana perusahaan untuk mendapatkan pinjaman berkelanjutan atau instrumen keuangan berkelanjutan lainnya, yang berusaha diterapkan oleh perusahaan untuk menerapkan aspek LST di semua rantai dan operasi perusahaan.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/10/16/tekan-penurunan-emisi-karbon-bumn-semen-kurangi-klinker-hingga-optimalkan-bahan-bakar-alternatif