Di tengah kekhawatiran krisis, Badan Pangan Nasional mengatakan produk Indonesia berada dalam kategori aman. -->

Iklan

Di tengah kekhawatiran krisis, Badan Pangan Nasional mengatakan produk Indonesia berada dalam kategori aman.

Minggu, Oktober 02, 2022

Wartawan Tribunnews.com Namira Ionia Lestanti

Dunia-Ilmu.com, Washington – Badan Pangan Nasional (Badan Pangan Nasional) memastikan status produksi pangan Indonesia saat ini berada dalam kategori aman dan berdaulat, meskipun terjadi krisis pasokan pangan global.

Invasi Rusia dan Ukraina secara bertahap meningkatkan biaya pasokan makanan, menaikkan inflasi, terutama bagi banyak negara yang masih bergantung pada ekspor.

Jika situasi ini tidak ditangani lebih lanjut, dikhawatirkan berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, bisa jatuh ke jurang krisis dan kolaps.

Baca juga: KSP: Harga komoditas pangan strategis masih sehat.

Deputi Bidang Penyediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (NFA) I Gusti Ketut Astawai menyatakan situasi ketahanan pangan Indonesia saat ini dalam kategori kedaulatan berdaulat, namun Indonesia masih perlu merangsang dan aktif memantau produksi dalam negeri. Mengurangi ketergantungan pada ekspor.

Ketut menegaskan, untuk meningkatkan pasokan pangan di Indonesia pada masa krisis, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menggantikannya sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat bebas menentukan makanan pokok untuk dikonsumsi.

“Indonesia sudah masuk zona berdaulat, dinyatakan berdaulat karena saat ini rakyat masih bisa memutuskan makan A atau makanan A, makanan B, makanan C sebagai makanan utama. Keadaan ini membuat kita masih dianggap berdaulat,” kata Ketut. Waspada” Sabtu (1/10/2022).

Baca juga: Dikunjungi oleh Presiden, inisiatif ini memberikan solusi terhadap masalah ketahanan pangan.

Meski Indonesia merupakan negara yang mayoritas agraris, sayangnya para petani di Indonesia masih berjuang keras untuk menjaga harga jualnya tetap rendah di tengah kenaikan harga ekspor pupuk.

Situasi ini membuat pemerintah semakin yakin untuk mendorong produksi dengan memberikan suntikan KUR kepada petani lokal untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia dan bersaing dengan produk ekspor.

“Petani juga perlu untung, jadi demand produksinya tinggi. Nah, masalahnya di ujung-ujungnya, hilirnya, dan kita harus mengontrol harga dengan harga acuan. Itu yang harus kita lakukan,” Ketut ditambahkan.

Meski produksi Indonesia saat ini dalam kategori aman, Ketut meminta pemerintah dan masyarakat tidak tinggal diam dengan surplus yang ada.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/10/02/di-tengah-ancaman-krisis-badan-pangan-nasional-nyatakan-produksi-indonesia-masuk-kategori-aman