Siswa diajak untuk menciptakan inovasi terbaru dan menemukan solusi energi baru terbarukan -->

Iklan

Siswa diajak untuk menciptakan inovasi terbaru dan menemukan solusi energi baru terbarukan

Rabu, September 28, 2022

featured image 

Wartawan Tribunnews.com Echo Sutriyanto

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Kebutuhan untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan menjadi salah satu topik utama Konferensi Internasional 2022 tentang Rekayasa dan Teknologi Informasi untuk Industri Berkelanjutan (ICONETSI) yang baru-baru ini diadakan di Universitas Jerman Swiss.

Apalagi isu ini terkait dengan krisis iklim yang terjadi di dunia akhir-akhir ini, telah menjadi perhatian semua pihak, pemangku kepentingan dan masyarakat umum.

“Melihat fakta ini, semua orang harus mewaspadai transfer energi, terutama di kalangan mahasiswa,” kata Evita di acara ICONETSI online baru-baru ini.

Baca juga: Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, BMI mengajak aksi nyata untuk mengalahkan perubahan iklim

ECONETCIE tahun ini mengangkat tema Inovasi dan Teknologi untuk Daur Ulang dan Industri Berkelanjutan, dengan sub-topik utama termasuk energi dan lingkungan berkelanjutan, manajemen produksi dan operasi, logistik dan rantai pasokan, ergonomi dan faktor manusia, otomatisasi, mekatronik dan robotika, keamanan siber dan AI, dan rekayasa perangkat lunak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pemuda masa kini untuk mempersiapkan diri menjadi ahli di bidang energi, karena tidak ada negara yang tidak membutuhkan energi, dan pemuda akan menyediakan atau mengganti energi baru dan terbarukan.

Dekan Fakultas Bisnis dan Komunikasi – MBA di German University of Switzerland ini mengajak mahasiswa untuk berinovasi khususnya dalam mencari solusi energi baru terbarukan.

Salah satunya dengan melakukan berbagai penelitian.

“Penelitian selalu memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi pengetahuan dan pembangunan di masyarakat, terutama dalam situasi pasca-epidemi yang kita hadapi saat ini,” katanya.

ICONETSI 2022 adalah acara kedua yang diadakan sebagai tempat pertemuan bagi para insinyur, ilmuwan, profesional, dan mahasiswa. Pertukaran pengetahuan tentang kegiatan penelitian dan pengembangan dari universitas dan industri dari berbagai negara.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Platt, R. Herdian (Deputi Bidang Pendayagunaan Riset dan Inovasi, BRIN), Nuki Agya Utama dan Prof. Wasem Haider yang mempresentasikan presentasinya di sesi pleno.

Baca juga: Kementerian Pertanian dan Bank Dunia telah bermitra untuk membangun pertanian yang tahan iklim.

Pada sesi paralel, hadir para profesor dan pakar dari berbagai latar belakang keilmuan. Dominik Ofderheide dari FH Three-Jerman dan lainnya.

Tahun ini, 84 makalah dikirimkan dari Jepang, Taiwan, Peru, Prancis, Arab Saudi, dan Indonesia, dan hanya 68 makalah yang diterima untuk dipublikasikan di ACM-ICPS.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/09/28/mahasiswa-diajak-mampu-ciptakan-inovasi-terbaru-dan-temukan-solusi-energi-baru-terbarukan