Setelah Jabodetabek pada 5 Oktober 2022, transmisi TV analog di Surabaya dan Bandung juga akan ditutup. -->

Iklan

Setelah Jabodetabek pada 5 Oktober 2022, transmisi TV analog di Surabaya dan Bandung juga akan ditutup.

Selasa, September 27, 2022

Wartawan Tribunnews.com Januar Rizki Yovanda

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Cominfo) telah mengumumkan bahwa akhir siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek akan berlangsung pada 5 Oktober 2022.

Menurut Geryanthika Kurnia, Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika sekaligus Ketua Satgas ASO, banyak negara bagian yang akan segera mengadopsi Jabodetabek untuk ASO.

“Setelah Jabodetabek siapkan Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya. Setelah itu luar Jawa Medan, Banjarmasin, Bali, Palembang, Makassar,” ujarnya dalam siaran pers tertulis, Selasa (27/9/2022).

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, Pasal 60 A Undang-Undang Nomor 32 Tentang Penciptaan Lapangan Kerja, Staf Khusus Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Nikken Widiastati menjelaskan bahwa pelaksanaan ASO akan dilakukan di tingkat nasional. Paling lambat 2 November 2022.

Namun karena kendala teknis yaitu pengendalian kanal spektrum frekuensi radio, maka ASO harus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah yang siap ASO atau yang disebut multiple ASO.

“Pelaksanaan ASO banyak pasti tidak akan melampaui 2 November 2022 yang merupakan hari terakhir seluruh siaran televisi analog dihentikan,” ujarnya.

Baca juga: Siaran TV Analog di Jabodetabec akan ditutup mulai tanggal 5 Oktober, berikut cara migrasi ke TV digital

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, kriteria penilaian kesiapan suatu daerah untuk menerapkan ASO adalah adanya transmisi televisi analog di daerah yang akan dihentikan transmisinya.

“Kedua, wilayah yang terjangkau transmisi televisi analog sudah siap digantikan transmisi televisi digital. Ketiga, bantuan Set Top Box (STB) telah disalurkan kepada keluarga miskin di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Baca juga: Kominfo menjelaskan alasan pemindahan siaran TV analog ke digital: untuk pengembangan Internet 5G

Pada 2 November 2022, transisi siaran televisi analog ke digital akan dilakukan di 112 wilayah layanan yang mencakup 341 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Saat ini, 90 titik layanan telah disiapkan untuk berbagai infrastruktur yang memungkinkan masyarakat lokal beralih ke siaran televisi digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memantau jumlah lembaga penyiaran yang beralih ke penyiaran digital atau simulcast; Ini adalah 566 dari 693 pemegang lisensi penyiaran analog.

Baca juga: Cara memasang Set Top Box dengan benar di TV analog, pilih AV Mode

Untuk 22 wilayah layanan yang belum memiliki akses transmisi digital, saat ini LPP TVRI sedang mengembangkan multiplexer dengan dana pemerintah agar masyarakat di wilayah tersebut segera memiliki akses transmisi digital.

 

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/techno/2022/09/27/setelah-jabodetabek-5-oktober-2022-siaran-tv-analog-di-surabaya-dan-bandung-juga-akan-dimatikan