Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM dinilai membutuhkan insentif pajak dan remunerasi.

Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – CEO Taksind M Arif R Said Putra mengatakan, karena sektor UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, maka wajar jika mendapat insentif dan insentif di sektor pajak.

“Tujuannya agar UMKM mampu tumbuh dan berkembang di masa pemulihan ekonomi pasca Covid-19,” kata Arif saat menjadi pembicara dalam webinar “Pendidikan Pajak” bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ditulis pada Rabu (21/9/2022).

Taxind akan terus bekerja sama dengan DJP dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai visi organisasi sebagai mitra terpercaya wajib pajak atau masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan dan mendapatkan haknya, katanya. Mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan penerimaan negara.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Ekonomi berbasis persahabatan bisa menopang transisi UMKM.

“Pajak adalah tulang punggung anggaran daerah kita dan sumber pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan,” kata Arif.

Lebih dari 600 peserta menghadiri acara online ini dari Aceh, Gorontalo, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Maluku dan banyak lagi.

Selain itu, kegiatan ini sangat diharapkan oleh masyarakat luas dan wajib pajak khususnya UKM, ujar Arif. Karena penjelasannya bisa langsung didengar dari para ahlinya, yakni dari penyuluh DJP.

Baca juga: Berperan penting dalam perekonomian, pelaku UKM didorong untuk menawarkan produknya secara online

“Pajak India sendiri merupakan aplikasi bidang perpajakan berbasis aplikasi mobile. Saat ini pengguna Tax India mencapai lebih dari 300 ribu di seluruh tanah air,” ujarnya.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/09/21/jadi-tulang-punggung-perekonomian-umkm-dinilai-perlu-dapat-insentif-dan-dispensasi-pajak