Pencegahan Angka Kematian Ibu dan Anak Setiap keluarga harus memiliki buku KIA. -->

Iklan

Pencegahan Angka Kematian Ibu dan Anak Setiap keluarga harus memiliki buku KIA.

Senin, September 12, 2022
image:tribunews.com

Wartawan Tribunnews.com Rina Ayu

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA — Secara global, kematian ibu dan anak telah menurun secara signifikan, tetapi bebannya tetap tinggi.

Di tahun Pada tahun 2017, hampir 300.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan.

Demikian pula, 5 juta anak di bawah usia lima tahun meninggal.

Baca juga: Orang tua harus tahu, inilah pentingnya rutin mengisi buku KIA untuk tumbuh kembang anak

Untuk itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (WAMENKS) Dr. Dante Saxono Harbuono Kehamilan, persalinan, nifas dan masa kanak-kanak merupakan masa kritis.

Melakukan pemeriksaan prenatal berkualitas tinggi dan teratur selama kehamilan akan membantu menentukan status kesehatan calon ibu dan anak.

Pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan penyediaan layanan penting bagi ibu dan anak.

“Buku KIA akan berperan penting sebagai alat rumah tangga untuk menjamin keberlangsungan ibu dan anak,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante beberapa waktu lalu.

Baca juga: Manfaat belajar musik untuk perkembangan anak

Buku KIA merupakan panduan bagi keluarga dan pemberi layanan kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dini selama kehamilan dan masa kanak-kanak.

Dengan demikian, buku pegangan ini merupakan alat yang efektif untuk memantau ketersediaan dan pemberian layanan kesehatan ibu dan anak yang penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harbuono (depan) bersama Komisi IX bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2022).  Rapat kerja membahas status terkini kasus hepatitis akut dan langkah penanganannya, serta persiapan transisi dari pandemi Covid-19 ke pandemi.  Tribun News/Irwan Rismawan
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harbuono (depan) bersama Komisi IX bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2022). Rapat kerja membahas status terkini kasus hepatitis akut dan langkah penanganannya, serta persiapan transisi dari pandemi Covid-19 ke pandemi. Tribun News/Irwan Rismawan (Berita Tribun/Irwan Rismawan)

dr. Dante, pandemi telah mempengaruhi program berbagi pengetahuan global. Pada pertemuan ini, peserta dari Indonesia dan negara peserta lainnya berkesempatan mempelajari bagaimana negara dapat memperkuat deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak dengan menggunakan buku KIA.

Baca juga: KPAI dalam RUU KIA: Puan telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

Peserta berkesempatan untuk mempelajari terlebih dahulu tentang buku KIA mengenai kompetensi keluarga dan bagaimana meningkatkan kapasitas peserta dalam memantau dan mengevaluasi penggunaan buku KIA.

“Dengan menggunakan buku KIA, kami bertujuan untuk memungkinkan negara-negara berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam skrining dini dan skrining kesehatan terpadu untuk ibu dan anak,” katanya. Dante

Salah satu agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian balita. Penting untuk memfasilitasi penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.

Dalam upaya meningkatkan penggunaan buku KIA, pemerintah Indonesia telah bermitra dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk melakukan program peningkatan kapasitas untuk kerjasama Selatan-Selatan, pengetahuan dan pertukaran sumber daya.
Kekuasaan.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/kesehatan/2022/09/12/cegah-angka-kematian-ibu-dan-anak-setiap-keluarga-wajib-punya-buku-kia