Mafindo menjelaskan cara menemukan penipuan di dunia digital -->

Iklan

Mafindo menjelaskan cara menemukan penipuan di dunia digital

Kamis, September 22, 2022

Jurnalis Tribunnews.com Fahdi Fahlevi

Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Asosiasi Anti-Pencemaran Nama Baik Indonesia (Mafindo) menunjukkan cara mengidentifikasi penipuan yang menyebar di dunia digital.

Andrea Trisni Puspita, koordinator Maffindo untuk wilayah Bali, menjelaskan konten penipuan secara mendasar.

Indraa menjelaskan, kita bisa mengakses banyak website untuk mengetahui informasi yang tersebar di internet.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/9/2022), Indria menjelaskan bahwa “Pencarian artikel dan keakuratannya bisa dilakukan di banyak situs.”

Baca juga: Diagram konsorsium 303 viral yang diklaim IPW bukanlah hoax.

Hal itu diungkapkan Indriya saat sesi Hoax Resistance yang digelar di Bali oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD Cybercracy dan Mafindo.

Sementara itu, Pemeriksa Fakta Mafindo Riza Dwi Makruf menjelaskan penggunaan Google Lens untuk memverifikasi informasi dari media sosial.

“Selain menggunakan kata kunci yang berhubungan dengan foto yang ingin dicari, kita bisa menggunakan Google Lens untuk mencari klasifikasi dengan membuka aplikasi dan mengarahkan kamera ke foto yang diinginkan,” jelas Riza.

Hoaks Immunity Class bertujuan untuk membangun daya pikir kritis masyarakat terhadap penyebaran informasi di dunia maya.

Langkah ini diambil untuk mengedukasi masyarakat tentang verifikasi informasi dan menghindari berita palsu.

Menurut I Ketut Swika, Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bali, upaya mengedukasi masyarakat dalam literasi digital merupakan tanggung jawab bersama.

“Upaya mengedukasi masyarakat untuk menggunakan teknologi melalui literasi digital merupakan tanggung jawab bersama dan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri,” kata I Ketut Swika.

Baca juga: Ujung hoka sudah menikah, unggah foto Cita Citata bersama DD Mahardika: Banyak orang Dzalim.

Unit Anti Hoax ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Program Digital Makin Kakap Indonesia yang bertujuan untuk menjangkau 50 juta masyarakat Indonesia dengan literasi digital pada tahun 2024.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/nasional/2022/09/22/mafindo-ungkap-cara-identifikasi-hoaks-di-dunia-digital