Bank Dunia merekomendasikan agar pemerintah Indonesia mengurangi subsidi BBM dan beralih ke BLT -->

Iklan

Bank Dunia merekomendasikan agar pemerintah Indonesia mengurangi subsidi BBM dan beralih ke BLT

Rabu, September 28, 2022

Wartawan Berita Tribune Malviandi Malviandi



Dunia-Ilmu.com, JAKARTA – Bank Dunia merekomendasikan agar pemerintah Indonesia mengurangi subsidi bahan bakar seperti BBM dan LPG 3 kg dan menggantinya dengan transfer langsung seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Bank Dunia mengungkapkan bahwa Indonesia telah menganggarkan ratusan triliun rupiah untuk mensubsidi BBM, solar, dan minyak tanah.

“Rekomendasi kami untuk mengurangi subsidi bahan bakar dan mendorong investasi dalam energi terbarukan akan mengurangi eksposur terhadap volatilitas harga minyak dan membantu negara-negara di kawasan memenuhi komitmen mereka untuk mengurangi emisi,” kata Direktur Regional Asia Timur Bank Dunia. dan Pacific Aditya Mathu dalam keterangan media kemarin.

Bank Dunia menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang memberikan subsidi energi.

Subsidi terlihat mendistorsi pilihan kebijakan dan mengaburkan harga.

Aditya mengatakan, “Mereka tidak hanya mendukung orang miskin yang membutuhkan tetapi juga orang kaya dan mengambil kekayaan mereka dari daerah lain.”

Baca juga: Staf menyebut transfer subsidi BBM Sri Mulyani sebagai terobosan untuk mencapai target

Di Indonesia, Bank Dunia menyebut pengalihan subsidi BBM ke bantuan tunai kepada masyarakat bisa menghemat anggaran 0,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Jika semua uang yang dihabiskan untuk subsidi BBM dihabiskan untuk transfer tunai, Anda akan mendapatkan pengurangan (kemiskinan) yang jauh lebih besar, dan karena transfer tunai dapat menargetkan orang miskin, itulah mengapa mereka sangat efektif,” kata Aditya.

Di Thailand, pemberian subsidi dan pemberian bantuan keuangan langsung membantu mengurangi kemiskinan.

Baca juga: Tiga rekomendasi kepada pemerintah agar penyaluran subsidi BBM kepada rakyat kecil tepat sasaran

Namun, pemberian subsidi komoditas sangat mahal, bahkan membutuhkan anggaran lima kali lebih banyak daripada memberikan bantuan keuangan.

Menurut data yang dirilis Kementerian Keuangan, alokasi subsidi dan kompensasi BBM tahun ini mencapai 267,1 triliun.

Alokasi subsidi semula diperkirakan US$63 per barel, namun tidak mencapai Rp 50 triliun. Namun kenaikan harga minyak dunia telah menyebabkan peningkatan alokasi.

Sumber artikel =https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/09/28/bank-dunia-sarankan-pemerintah-indonesia-kurangi-subsidi-bbm-dan-alihkan-ke-blt